Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2009

"SAHABAT SEJATI DAN SAHABAT BARUKU"

Menghapus Format dari bidang pilihan


Sebutan apa aku harus memanggilmu?....

Engkau seperti pedang yang melukai tubuh dan jiwaku

Mereka memanggil engkau musuh, tetapi aku tidak

Karena aku tidak membenci engkau,

Sekalipun engkau menyakiti aku




Harus ku panggil siapa Engkau?....

Begitu baik, tulus dan penuh kasih

Engkau 'Sahabat sejatiku'

Menunjukkan kepadaku cinta, kasih dan pengampunan

Membuatku mengerti arti kehidupan




Kepada orang yang membenci aku....

Kini aku memutuskan memanggilmu

Penolong dan sahabat baruku

Karena ketika engkau membenci aku,

Engkau menolong dan mengajari aku mengampuni

Ketika engkau melukai dan merugikan aku,

Engkau memberiku kesempatan belajar mengasihimu




Kepada 'Sahabat sejatiku'....

Aku menyebut Engkau guru yang baik

Karena Engkau memberi teladan kepadaku

Melalui penderitaan yang juga Engkau alami

Melalui cela dan kebencian mereka kepadaMu

Engkau sudah mengubahnya menjadi teladan

Supaya aku menemukan cinta, kasih dan pengampunan




Kepada 'Sahabat sejati' dan sahabat baruku....

Terima kasih sudah menjadi bagian dalam hidupku

Melalui suka dan duka

Engkau mengajarku hikmat dan kebijaksanaan

Terima kasih 'Sahabat sejati' dan sahabat baruku

Engkau menjadikan indah renda kehidupanku.






Poetry Theme: "Semua pasti indah pada waktuNya" #2

Written by~A 2009

"REALITA NATAL"

Menghapus Format dari bidang pilihan

Waktu itu Bulan Desember...
Yusuf, dan Maria yang sedang mengandung Yesus
Berjalan keliling ke sudut-sudut kota kecil itu
Mereka tidak menemukan tempat,
karena banyak orang menolak 'Dia'


Pada bulan Desember malam itu...
Karena kemurahan para gembala
Maria bersalin di kandang hina
Tidak ada seorangpun menari
Tidak ada seorangpun bernyanyi bagi 'Dia'
Hanya para Malaikat Surga yang bernyanyi
Seraya menyampaikan kabar suka-cita


Di bulan Desember malam yang kudus,
Malam sunyi senyap
Yesus tidur di atas jerami
Di dalam palungan kayu, tempat makanan para domba
Supaya manusia melihat,
Yesus Tuhan yang tertolak itu
TubuhNya akan terpecah, menjadi makanan bagi kita
DarahNya akan tercurah, menjadi minuman bagi kita
Untuk menebus dosa-dosa kita


Di malam yang sunyi, di malam yang gelap
Di atas kandang domba, di Bethlehem
Sekalipun tidak ada pujian dan tarian
BintangNya tetap terang bersinar
Seterang masa depan yang dijanjikanNya bagi kita.




Written by ~A 2008
Poetry theme: 'Semua pasti indah pada waktuNya' #1