Rabu, 31 Maret 2010

"Harga sebuah ketulusan"

Mari saudaraku kita belajar 'arti sebuah ketulusan' dari kisah seorang pemuda yg tulus hati dan seorang ibu yg bijaksana.

Alkisah, di suatu daerah terpencil hiduplah seorang ibu & anak gadisnya yg tunggal. Ibu ini sangat bersyukur karena mempunyai anak gadis yg sangat cantik, namun demikian mereka berdua tinggal dalam keadaan yg serba berkekurangan.
Sekalipun dalam keadaan seperti itu mereka menjalani hari demi hari dengan suka-cita, sampai pada suatu waktu ibu ini jatuh sakit.
Menyadari sakitnya yg parah dan tidak mungkin disembuhkan, ia memanggil anak gadisnya yg semata wayang itu. Ia tahu bahwa waktunya akan tiba, ia tidak akan lama tinggal di dunia ini.
Sehari sebelumnya, ia berpikir dengan keras bagaimana ia harus meninggalkan anak satu-satunya, apalagi ia seorang gadis dan berparas cantik, timbul kekhawatiran dalam hatinya seseorang akan mencelakai atau memanfaatkan anaknya itu.
Karena itu kepada anak gadisnya, ibu ini berpesan, "engkau tahu anakku, sakit penyakit ibu yg parah ini, waktu ibu tidak akan lama anakku, sebenarnya ibu juga tidak rela meninggalkan engkau hidup sendirian, tetapi engkau tahu anakku, ternyata Tuhan mempunyai kehendak lain atas hidup kita, namun demikian anakku, ibu telah menuliskan 3 surat yg harus engkau baca setelah ibu tiada". Bacalah satu persatu surat itu, dari surat pertama, dan setelah engkau mengerjakan apa yg ditulis, barulah engkau membaca surat yg kedua, dan surat yg terakhir bacalah setelah engkau mengerjakan apa yg tertulis dalam kedua surat itu, atau engkau sudah bisa menguburkan jasad ibumu ini, jika engkau belum bisa mengerjakan apa yg tertulis dalam surat pertama dan kedua jangan engkau baca surat yg ketiga.
Beberapa hari setelah memberi pesan ibu ini meninggal. Demikian anak gadis ini menuruti perintah ibunya, dibacanya surat yg pertama. Dalam surat ini ibunya berpesan, "anakku engkau tahu kita hidup dalam kemiskinan bahkan ketika ibu sudah tiada ibu tahu engkau tidak mempunyai cukup uang untuk menguburkan jasad ibumu ini, karena itu anakku, pergilah engkau ke tempat yg ramai, berkerumun banyak orang, dan bawalah jasad ibumu ini, baringkan ibu di atas sebuah tikar, dan buatlah 2 buat kain seperti umbul-umbul yg bertuliskan siapa yg berkenan menguburkan ibuku, jika ia perempuan aku akan bersedia mengangkat ia sebagai saudara atau bekerja untuknya dan jika ia laki-laki aku akan bersedia menjadi pendampingnya. Dan taruhlah 2 umbul-umbul ini di depan disebelah kiri & kanan jasad ibu, dan dan engkau duduklah didekat kaki ibumu ini."
Maka perintah ini segera dikerjakan oleh anaknya itu. Karena keingin-tahuan apa yg diperbuat gadis ini, banyak orang berduyun-duyun menghampiri gadis ini. "apa yg terjadi dengan dia?, siapakah yg meninggal ini?"..dan banyak lagi pertanyaan lain berdatangan. Mendengar penjelasan gadis ini banyak orang jatuh iba atas kejadian yg menimpanya. Beberapa orang malah ingin menyumbangkan uangnya untuk gadis ini. Tetapi ia menolak, katanya, " ibuku hanya berpesan siapa yg bisa menguburkan ibuku ini aku akan mengangkatnya sebagai saudara jika ia perempuan, dan jika lelaki aku akan menikah dengannya."
Beberapa orang menjadi keheranan dengan gadis ini, banyak komentar miring diberikan juga pada gadis ini, "apakah ia tidak kasihan dengan keadaan ibunya yg seperti itu?"....," bukankah uang itu bisa digunakan untuk menguburkan ibunya itu?"...
Disana ada juga banyak pemuda, bahkan lelaki yg sudah beristri ingin membantunya. Salah seorang itu berkata, "hai...lihat gadis ini sangat cantik, sekalipun nampak berpakain lusuh...aku mau membiayai penguburan ibumu, tetapi setelah itu engkau harus menepati janjimu". Gadis ini mengangguk tanda setuju.
"jika demikiaan penguburan seperti apa yg kau kehendaki?"..,tanya pemuda itu. Maka gadis ini membaca surat kedua ibunya, setelah itu memberikan pada pemuda itu. Dengan cepat ia mengambil surat itu dan membacanya, sejenak pemuda ini tertegun...lalu ia mengembalikan surat itu kepada si gadis dan pergi begitu saja.
Beberapa pemuda datang silih berganti, tetapi mereka semuapun pergi seperti pemuda yg pertama itu.
Hari itu ibu gadis itu belum dikuburkan karena belum ada yg menyanggupi syarat penguburan ibunya itu.
Esok harinya hal yg terjadi kemarinpun terulang lagi. Sampai pada siang hari datanglah seorang lelaki yg terlihat sudah agak berumur. Banyak orang terlihat segan dengan laki-laki ini. Ia adalah salah seorang yg kaya raya di daerah itu. Ia juga dikenal sampai ke daerah sebrang, ia mempunyai istri lebih dari satu.
Demi melihat kecantikan gadis ini, iapun menjumpai gadis ini, katanya, "kamu tahu apapun permintaanmu akan aku turuti asal kau mau menjadi istriku". Gadis ini berkata, "aku tidak menginginkan apapun tetapi jikalau kamu bisa menguburkan ibuku ini, aku mau menjadi istrimu". Dengan tertawa keras ia mengambil surat ibu gadis itu, dan dibacanya. Ia sangat kaget, air mukanyapun berubah seketika. Kepada gadis itu, laki-laki ini berkata, kamu dan ibumu adalah orang yg tidak tahu diri, kamu kira ibumu ini siapa sehingga aku harus menguburkannya dengan kuburan dari emas?.. Kamu tahu...raja-rajapun tidak sanggup melakukan ini...pasti ibumu ini sudah gila." Dan ia pergi meninggalkan gadis itu dengan terus mengolok-olok gadis itu.
Hari sudah menjadi petang, ibu gadis ini masih belum ada yg menguburkan.
Keesokkan harinya keadaan tidak sama seperti dua hari kemarin, banyak orang bergerombol menjauhi gadis ini, sambil bergunjing. Mereka menganggap gadis ini gila harta bahkan ada yg menganggapnya kurang waras.
Dari kejauhan nampak seorang pemuda berjalan menyusuri jalan didekat gadis itu membaringkan jasad ibunya. Sepanjang jalan itu pemuda ini mendengar gunjingan orang tentang gadis ini. Sampai pada akhirnya pemuda ini menghentikan langkah kakinya di samping gadis itu.
"apa yg sedang kau kerjakan disini adik?...jasad siapa ini?...apakah ini salah satu sanak saudaramu?", tanya pemuda itu.
"..oh bukan, ini jasad ibuku", jawab gadis itu.
"jika demikian, mengapakah kamu tidak menguburkannya?", sekali lagi pemuda ini bertanya.
"aku tidak mempunyai cukup uang untuk membiayai penguburan ibuku, ini pesan dari ibuku sebelum beliau meninggal", gadis itu menyodorkan surat ibunya kepada pemuda itu.
Setelah membaca surat itu, pemuda ini tertegun sejenak, lalu berkata, "adik, akupun tidak bisa menguburkan ibumu ini dengan cara demikian, tetapi aku mempunyai beberapa uang, aku kira ini lebih dari cukup untuk menguburkan ibumu, lihatlah keadaan ibumu ini adik, sudah tiga hari beliau meninggal, dan sudah mulai berbau, ambillah uang ini dan kuburkan ibumu ini, aku tidak menuntut apapun atas uang ini kepadamu."
Mendengar perkataan pemuda itu, hati gadis ini tersentuh oleh kebaikan pemuda ini, dan ia berpikir bahwa perkataan pemuda ini benar, ibunya sudah meninggal tiga hari dan mulai berbau, tidak baik dan tidak berbakti jika jasad ibunya rusak sebelum dikuburkan. Setelah berterima kasih kepada pemuda itu, ia menerima uang itu dan bersama pemuda itu mempersiapkan penguburan ibunya.
Setelah pemakaman itu, hari sudah mulai petang, kepada gadis itu pemuda ini berkata, "adik, dimanakah rumahmu?"
Jawab gadis itu, "rumahku tidak jauh dari sini, kelihatannya engkau seperti seorang perantau, jika engkau bersedia menginaplah malam ini dirumahku."
Pemuda ini menjawab, "adik, aku ini seorang perantau sudah terbiasa aku berpetualang, malam ini aku akan meneruskan perjalananku."
Mendengar perkataan pemuda itu, gadis ini mengambil surat yg ketiga dari ibunya di saku bajunya. Setelah ia membaca surat itu, ia menyodorkan surat itu kepada pemuda itu, sambil berkata, "sebenarnya ibuku meninggalkan 3 pesan sebelum ia meninggal, pesan pertama sudah aku kerjakan dan pesan yg kedua juga sudah aku kerjakan karena pertolonganmu, sekalipun tidak sesuai dengan keinginan ibu di surat kedua, sekarang ini adalah surat ibuku yg ketiga, maukah engkau mengabulkannya?"
Setelah menerima surat itu, pemuda ini membacanya, surat ini berisi pesan terakhir ibu gadis itu, "anakku, ini adalah surat ibu yg ketiga, ibu hanya ingin mengatakan kepadamu, jika ada seorang yg mau menguburkan jasad ibumu ini dengan cara apapun, engkau ikutlah bersama dia, dan jika dia seorang laki-laki dan bersedia mendampingimu, hiduplah bersamanya dengan berbahagia, salam kasih dari ibumu."

....Singkat cerita gadis dan pemuda ini hidup sebagai pasangan yg berbahagia....

"Tahukah saudaraku apa perbedaan antara orang-orang yg pertama kali hendak memberi uang (menyumbang) kepada gadis itu dan orang muda yg tulus hati itu?..."
Orang yg pertama kali hendak memberi, ia mau memberi karena rasa iba, sedang pemuda itu memberi dengan kasih yg tulus.
Memberi dengan rasa iba, ketika pemberian itu ditolak karena alasan lain, masih bisa timbul sakit hati dan bergunjing, tetapi memberi dengan kasih yg tulus sekalipun mendapat penolakan, ia tidak sakit hati, tetapi tetap mengasihi dan memberi dorongan, nasehat & semangat sebagai seorang saudara.
Sedang orang berikutnya yang hendak membantu gadis ini, adalah orang yang mau membantu hanya karena pamrih.

"Harga sebuah ketulusan tidak bisa dinilai dengan emas dan banyaknya harta."

Written by ~A,  2010.

Senin, 29 Maret 2010

"Kerajaan Allah sudah datang di dalam dunia"

Apa yg anda pikirkan ketika kerajaan Allah datang ke dalam dunia?...
Referensi ayat Matius 12: 28, Mat 12: 8, Mat 15: 31, Matius 12: 5-6.

Dunia yg diciptakan Tuhan pada mulanya adalah baik, namun ketika manusia jatuh dalam dosa bumipun menjadi terkutuk oleh karena dosa manusia itu. Dalam keadaan seperti itu dunia adalah simbol kegelapan dan kejahatan. Dan manusia tinggal di dalam dunia. Lalu bagaimana dengan kerajaan Allah, kerjaan Allah adalah simbol dari kebenaran, kebaikkan, otoritas Allah dan kesempurnaan. Maka ketika kerajaan Allah itu datang ke dunia kita akan melihat kuasa yg mengubah ketidakbaikkan menjadi baik dan kuasa/otoritas Allah dinyatakan, seperti tertulis, "Ia menjadikan segala-galanya baik, yg buta melihat, yg lumpuh berjalan dan yg bisu berkata-kata."
Jadi janganlah heran ketika Yesus datang ke dunia, Ia menyembuhkan semua orang yg sakit, bahkan yg mengalami kecacatan sejak lahir dipulihkanNya. Ia juga menunjukkan kuasaNya mengusir setan-setan, juga kita melihat kuasa keIlahian Kristus dalam pengajaranNya.
Ketika kerajaan Allah datang ke dunia, kita juga akan melihat Sang Pencipta hukum datang ke dunia, Ia lebih berkuasa atas hukum tersebut karena Ia yg menciptakan hukum tersebut.
Simak kejadian-kejadian di bawah ini:
1. Murid-murid memetik gandum pd hari sabat (Matius12: 1-8).
2. Yesus menyembuhkan orang pd hari sabat (Matius 12: 9-15).
3. Hal berpuasa (Yesus membela murid-muridNya yg tidak berpuasa, sebab Ia ada bersama-sama dengan mereka, tetapi Ia mengatakan, akan ada saatnya Ia (Yesus) tidak lagi bersama dengan mereka, pada saat itulah mereka akan berpuasa), Markus 2: 18-22.
Jadi dalam peristiwa ini apakah Yesus melanggar dan mengijinkan seseorang melanggar perintah yg diwajibkan Allah?...tidak.
Yesus adalah Tuhan atas semua hukum. Hukum mempunyai kuasa dan kuasa itu ada pada pribadi yg membuat hukum tersebut. Dalam peristiwa ini Yesus menyatakan bahwa Ia yg menciptakan hukum itu lebih berkuasa dari hukum tersebut. Juga Allah memberi otoritas khusus bagi para imam (waktu itu adalah kaum Lewi) untuk bekerja melayani Allah dalam rumah Tuhan pada hari sabat. Simak ayat ini:
"Atau tidak tahukah kamu baca dalam kitab taurat, bahwa pada hari-hari sabat, imam-imam melanggar hukum sabat di dalam bait Allah, namun tidak bersalah?, Aku berkata kepadamu: "Disini ada yg melebihi bait Allah", Matius 12: 5-6.
Jadi saudaraku ketika Yesus ada di dunia, pada waktu itu kerajaan Allah datang, kita tidak bisa menyamakan keadaan waktu itu dengan keadaan di bumi, sebab ketika Ia datang, Ia akan menjadikan segala sesuatunya baik dan sempurna seperti keadaan di Surga, hukum itu di buat dan berlaku di dunia, karena di dunia banyak kejahatan dan kegelapan tapi ketika Yesus hadir semua otoritas ada dalam kendali Allah.

"Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu", Matius 12: 28."

Tuhan Yesus memberkati.

Written by ~A.

"Tukang arloji"

Di Jerman tinggal seorang tukang Arloji. Namanya Herman Josep. Dia tinggal di sebuah kamar yang sempit. Di kamar itu ada sebuah bangku kerja, sebuah lemari tempat kayu dan perkakas kerjanya, sebuah rak untuk tempat piring dan gelas serta tempat tidur lipat di bawah bangku kerjanya. Selain puluhan arloji yang sudah dibuatnya tidak barang berharga lain di kamarnya.

Di jendela kaca kamar itu Herman menaruh sebuah jam dinding paling untuk menarik perhatian orang-orang yang lewat.Herman adalah seorang tukang arloji yang miskin. Pakaiannya compang-camping.
Tetapi dia baik hati. Anak-anak di sekitar rumah menyukainya. Kalau permainan mereka rusak Herman biasa diminta memperbaiki. Herman tak pernah minta satu sen pun untuk itu. "Belilah makanan yang enak untuk anakmu atau tabunglah uang itu untuk hari Natal." Ini jawaban yang Herman selalu berikan.
Sejak dulu penduduk kota itu biasa membawa hadiah Natal ke kathedral dan meletakkannya di kaki patung Maria yang sedang memangku bayi Yesus. Setiap orang menabung supaya bisa memberi hadiah yang paling indah pada
Yesus. Orang-orang bilang, kalau Yesus suka hadiah yang diberikan kepadaNya Ia akan mengulurkan tanganNya dari pelukan Maria untuk menerima bingkisan itu.
Tentu saja ini legenda. Belum pernah terjadi Bayi Yesus dalam pelukan Maria mengulurkan tangan menerima bingkisan Natal untukNya. Meskipun begitu penduduk kota itu selalu berusaha membawa bingkisan yang paling indah. Para penulis puisi membuat syair-syair yang aduhai.

Anak-anak juga tidak ketinggalan. Setiap orang berlomba memberikan yang terbaik pada Yesus di Hari Natal. Siapa tahu, kata mereka, Yesus mengulurkan tangan menerima pemberian itu. Orang-orang yang tidak punya bingkisan pergi ke Gereja untuk berbakti pada malam Natal sekaligus menilai bingkisan mana yang terindah. Herman, tukang arloji, adalah salah seorang yang hanya pergi untuk berbakti dan menonton. Pernah ada seorang teman mencegah Herman dan bertanya: "Kau tidak tahu malu. Tiap tahun kau tak pernah membawa bingkisan Natal buat Yesus?" Pernah satu kali panitia Natal bertanya: "Herman! Mana bingkisan Natal darimu? Orang-orang yang lebih miskin dari kau saja selalu bawa." Herman menjawab:"Tunggulah, satu ketika saya akan bawa bingkisan saya."
Tapi sedihnya, tukang arloji ini tak pernah punya apa-apa untuk Yesus. Arloji yang dibuatnya dijual dengan harga murah. Kadang-kadang ia memberikan gratis pada orang yang benar-benar perlu. Tetapi dia punya ide. Tiap hari ia
bekerja untuk bingkisan natal itu. Tidak satu orangpun yang tahu ide itu kecuali Trude, anak perempuan
tetangganya. Trude berumur 7 tahun waktu ia tahu ide Herman. Tetapi setelah Trude berumur 31 tahun bingkisan itu belum juga selesai. Herman membuat sebuah jam dinding. Mungkin yang paling indah dan belum pernah ada.
Setiap bagian dikerjakan dengan hati-hati dan penuh kasih. Bingkainya, jarum-jarumnya, beratnya, dst diukir dengan teliti. Sudah 24 tahun Herman merangkai jam dinding itu. Masuk tahun ke-25 Herman hampir selesai. Tapi dia juga masih terus membantu memperbaiki mainan anak-anak. Perhatiannya pada hadian Natal itu membuat dia tidak punya cukup waktu untuk buat arloji dan menjualnya. Kadang Herman tidur dengan perut kosong.

Ia makin tambah kurus tetapi jam dindingnya makin tanbah cantik. Di jam dinding itu ada kandang, Maria sedang berlutut di samping palungan yang didalamnya terbaring bayi Yesus. Di keliling palungan itu ada Yusuf serta tiga
orang Majus, gembala-gembala dan dua orang malaikat. Kalau jam dinding itu berdering, orang-orang tadi berlutut di depan palungan Yesus dan terdengar lagu Gloria in excelsis Deo.
"Lihat ini!" kata Herman pada Trude. "Ini berarti bahwa kita harus menyembah Kristus bukan hanya pada hari Minggu atau hari raya tetapi pada setiap hari dan setiap jam. Yesus menunggu bingkisan kita setiap detik."
Jam dinding itu sudah selesai. Herman puas. Ia menaruh benda itu di jendela kaca kamarnya supaya bisa dilihat orang. Orang-orang yang lewat berdiri berjam-jam mengagumi benda itu. Mereka sudah menduga bahwa ini pasti
bingkisan Natal dari Herman.

Hari Natal sudah tiba. Pagi itu Herman membersihkan rumahnya. Ia mengambil pakaiannya yang paling bagus. Sambil bekerja ia melihat jam dinding itu. Ia takut jangan-jangan ada kerusakan. Dia senang sekali sehingga ia memberikan uang yang dia miliki kepada pengemis-pengemis yang lewat di depan rumahnya.
Tiba-tiba ia ingat, sejak pagi dia belum sarapan. Ia segera ke pasar untuk membeli sepotong roti dengan uang terakhir yang ada padanya. Di lemarinya ada sebuah apel. Ia mau makan roti dengan apel itu. Waktu dia buka pintu
Trude masuk sambil menangis. "Ada apa?, tanyaHerman"
"Suami saya mengalami kecelakaan. Sekarang dia di RS. Uang yang kami tabung untuk beli pohon Natal dan kue harus saya pakai untuk bayar dokter.
Anak-anak sudah menunggu hadiah Natal. Apa lagi yang harus saya berikan untuk mereka?"
Herman tersenyum. "Tenanglah Trude. Semua akan beres. Saya akan jual arloji saya yang masih sisa. Kita akan punya cukup uang untuk beli mainan anak-anak. Pulanglah."
Herman ambil jas dinginnya lalu pergi ke pasar dengan satu jam tangan yang unik. Ia tawarkan jam itu di toko arloji. Tapi mereka tidak berminat. Ia pergi ke kantor gadai tapi pegawai-pegawai bilang arloji itu kuno. Akhirnya
ia pergi ke rumah walikota. "Tuan, saya butuh uang untuk membeli mainan bagi beberapa anak. Kalau tuan mau ambil arloji ini."
Pak walikota tertawa. "Saya mau beli arloji tetapi bukan yang ini. Saya mau jam dindng yang ada dijendela kaca rumahmu. Berapapun harganya saya siap." "Tidak mungkin tuan. Benda itu tidak saya jual." "Apa? Bagi saya
semua mungkin. Pergilah sekarang. Satu jam lagi saya akan kirim polisi untuk ambil jam dinding itu dan kau dapat uang 1000 dolar."
"Herman pergi sambil geleng-geleng kepala. "Tidak mungkin! Saya mau jual semua yang saya punya. Tapi jam dinding itu tidak. Itu untuk Yesus." Waktu ia tiba dekat rumah, Trude dan anak-anaknya sudah menunggu. Mereka sedang menyanyi. Merdu sekali. Baru saja Herman masuk, beberapa orang polisi sudah berdiri di depan. Mereka berteriak agar pintu dibuka. Jam dinding itu mereka ambil dan uang 1000 dolar diberikan pada Herman.
Tetapi Herman tidak menerima uang itu. "Barang itu tidak saya jual. Ambillah uang itu," teriak Herman sedih.

Orang-orang itu pergi membawa jam dinding serta uang tadi. Pada waktu itu lonceng gereja berbunyi. Jalan menuju kathedral penuh manusia. Tiap orang membawa bingkisan di tangan. "Kali ini saya pergi dengan tangan kosong lagi" kata Herman sedih. "Saya akan buat lagi satu yang lebih cantik." Herman bangkit untuk pergi ke gereja. Saat itu ia melihat apel di dalam lemari. Ia tersenyum dan meraih apel itu. "Inilah satu-satunya yang saya punya, makanan saya pada hari natal.
Saya akan berikan ini pada Yesus. Itu lebih baik dari pada pergi dengan tangan kosong." Katedral penuh. Suasana bukan main semarak. Ratusan lilin menyala dan bau kemenyan terasa di mana-mana. Altar tempat patung
Maria memangku bayi Yesus penuh dengan bingkisan. Semuanya indah dan mahal. Di situ juga ada jam dinding buatan tukang arloji itu.

Rupanya pak walikota mempersembahkan benda itu pada Yesus. Herman masuk. Ia melangkah dengan kaki berat menuju altar dengan memegang apel. Semua mata tertuju padanya. Ia mendengar mereka mengejek, makin jelas.

"Cih! Dia memang benar-benar pelit. Jam dindingnya yang indah dia jual.
Lihatlah apa yang dia bawa. Memalukan!" Hati Herman sedih, tetapi ia terus maju. Kepalanya tertunduk. Ia tidak
berani memandang orang sekeliling. Matanya ditutup Tangan yang kiri diulurkan ke depan untuk membuka jalan. Jarak altar masih jauh. Herman tahu bahwa ia harus naik anak tangga untuk sampai ke altar. Sekarang kakinya
menyentuh anak tangga pertama. Herman berhenti sebentar. Ia tidak punya tenaga lagi. Sejak pagi dia belum makan apa-apa. Ada tujuh anak tangga. "Dapatkah saya sampai ke altar itu?" Herman mulai menghitung. Satu! Dua!
Tiga! Empat! lalu ia terantuk dan hampir terguling ke bawah. Serentak semua orang berkata: "memalukan!"
Setelah mengumpulkan sisa tenaga Herman bergerak lagi. Tangga kelima. Kedengaran suara mengejek: "Huuuu.!"
Herman naik setapak lagi. Tangga keenam. Comelan dan ejekan orang-orang berhenti.
Sebagai gantinya terdengar seruan keheranan semua orang yang hadir.
"Mujizat! Sebuah mujizat!" Hadirin seluruhnya turun dari kursi dan berlutut. Imam merapatkan tangannya dan mengucapkan doa.
Herman, tukang arloji yang miskin ini menaiki anak tangga yang terakhir. Ia mengangkat wajahnya. Dengan heran ia melihat patung bayi Yesus yang ada di pangkuan Maria sedang mengulurkan tangan untuk menerima bingkisan Natal darinya.
Air mata menetes dari mata tukang arloji itu. Inilah hari Natal yang paling indah dalam hidupnya. (Ruth Sawyer)

* Diterjemahkan oleh: Eben Nuban Timo dari buku Het Hele Jaar Rond.
Van sinterklaas tot sintemaarten. Verhalen, volksverhalen, sprookjes, legenden, volksgebruiken, jaarfeesten. Disunting oleh Marijke van Raephorst, (Rotterdam: Lemniscaat, 1973), hal. 61-66.

Tuhan Memberkati dan mengasihimu

posted by my friend yohana lina susanti

Bejana dan si pembawa air

Seorang pembawa air memiliki 2 buah bejana besar yang setiap hari menggantung di ujung-ujung pikulan yang dibawanya diatas bahunya. Salah satu bejana itu memiliki retakan, sedangkan satunya lagi sempurna dan selalu berhasil membawa penuh air sepanjang perjalanan dari sungai ke rumah tuan si pembawa air.

Selama 2 tahun hal itu terus terjadi, si pembawa air setiap hari selalu hanya berhasil membawa satu setengah bejana air. Tentu saja bejana yang sempurna itu bangga dengan hasil yang dicapainya; sesuai dan sempurna sebagaimana selayaknya ia diciptakan. Tetapi bejana yang retak malu dengan ketidak-sempurnaan yang ada pada dirinya dan merasa sedih karena ia hanya mampu membawa setengah dari jumlah seharusnya ia diciptakan.

Setelah waktu 2 tahun berlalu dengan merasakan pahitnya kegagalan, suatu hari di tepi sungai si bejana retak berkata kepada si pembawa air. “Aku malu terhadap diriku dan aku ingin minta maaf kepadamu.” “Kenapa? Apa yang membuatmu merasa malu?” tanya si pembawa air. “Selama 2 tahun ini aku hanya mampu membawa setengah dari yang seharusnya bisa aku bawa. Semua ini karena retakan di tubuhku yang mengakibatkan air keluar lagi selama perjalananmu kembali dari sungai ke rumah tuanmu. Karena cacatku ini, kamu tidak mendapatkan nilai yang setimpal dengan tenaga yang kamu keluarkan.” Kata si bejana retak.

Si pembawa air merasa iba kepada si bejana tua yang retak itu dan dengan penuh kasih ia berkata, “Saat nanti kita berjalan kembali menuju ke rumah tuanku, aku mau kamu memperhatikan bunga-bunga indah di jalan setapak sepanjang perjalanan pulang.” Memang, ketika mereka mulai menaiki bukit, si bejana tua melihat sinar mentari menyinari bunga-bunga liar yang tumbuh indah di sisi jalan setapak. Hal itu membuat dia sedikit terhibur. Di akhir perjalanan, ia masih merasa bersalah karena setengah dari bawaannya telah mengucur keluar, ia kembali minta maaf.

Si pembawa air berkata kepada bejana itu, “Apakah kamu menyadari bahwa bunga-bunga di sepanjang jalan setapak itu hanya ada pada sisi dimana engkau ada tapi tidak ada di sisi bejana satu Lagi ? Itu karena aku selalu tahu mengenai cacatmu dan aku ‘mengambil keuntungan’ darinya. Aku menanam benih-benih bunga di sepanjang sisi jalan dimana kamu ada dan setiap hari ketika kita kembali dari sungai, kamu menyirami mereka. Selama 2 tahun aku bisa memetik bunga-bunga indah itu untuk menghiasi meja tuanku.Kalau kamu tidak menjadi sebagaimana kamu ada, tuanku tidak akan pernah menikmati keindahan bunga-bunga itu yang turut menyemarakkan rumahnya.”

Setiap dari kita memiliki ‘kecacatan yang unik’. Kita semua adalah bejana yang retak. Tapi bila kita mau menerima kekurangan kita dan mencari sisi lainnya untuk perbuatan baik, kita bisa ‘menebar atau menanam benih’ di sepanjang jalan kehidupan kita, sehingga kita tidak hanya bisa menikmati keindahan diri sendiri, tetapi juga orang lain.

Jalani hidup ini dengan berani karena kita tahu bahwa Allah punya rencana, meskipun di dalam kelemahan kita, Dia sanggup mengubahnya menjadi kekuatan baru. Sebagaimana yang Dia janjikan bagi tiap-tiap orang yang bersandar kepada-Nya. Amin.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yer. 29:11

JBU

Posted by my friend, Yohana lina susanti.

"Push up"

Ada seorang profesor mata kuliah religi yang bernama Dr. Christianson yang mengajar di sebuah perguruan tinggi kecil di bagian barat Amerika Serikat. profesor itu mengajar ke-Kristenan di perguruan tinggi ini dan setiap siswa semester pertama diwajibkan untuk mengikuti kelas ini. sekalipun Dr. Christianson berusaha keras menyampaikan intisari Injil kepada kelasnya, ia menemukan bahwa kebanyakan siswanya memandang materi yang di ajarkan sebagai suatu kegiatan yang membosankan. meskipun ia sudah berusaha sebaik mungkin, kebanyakan siswa menolak untuk menanggapi ke-Kristenan secara serius.

Tahun ini, profesor tersebut mempunyai seorang siswa yang spesial yang bernama Henry. Henry belajar dengan tujuan untuk melanjutkan studinya ke seminari dan mau masuk ke dalam pelayanan. Henry seorang yang popular, ia disukai banyak orang, dan seorang atlet yang memiliki fisik yang prima dan ia merupakan siswa terbaik di kelas profesor itu.

suatu hari, Dr. Christianson meminta Henry untuk tidak langsung pulang setelah kuliah karena ia mau berbicara kepadanya. "berapa push up yang bisa kamu lakukan?"
Henry menjawab, "saya melakukan sekitar 200 setiap malam."
"200? lumayan itu, Henry." Dr. Christianson melanjutkan, "apakah kamu dapat melakukan 300?"
Henry menjawab, "saya tidak tahu. saya tidak melakukan 300 sekaligus."
"apakah kamu pikir kamu dapat melakukannya?" tanya profesor itu.
"ok, saya bisa coba." jawab Henry.
"saya mempunyai satu proyek di kelas dan saya memerlukan kamu untuk melakukan 10 push up setiap kali, tapi sebanyak 30 kali, jadi totalnya 300. dapatkah kamu melakukannya?" tanya sang profesor.
Henry menjawab, "baiklah, saya pikir saya bisa. ok saya akan melakukannya."
profesor itu berkata, "bagus sekali! saya memerlukan anda untuk melakukannya Jumat ini."
Dr. Christianson menjelaskan kepada Henry apa yang ia rencanakan untuk kelas mereka pada Jumat itu.

pada hari Jumat, Henry datang awal ke kelas dan duduk di bagian depan kelas. saat kelas bermula, sang profesor mengeluarkan satu kotak besar berisi donat-donat. bukan donat-donat yang biasa tetapi yang besar dan yang punya krim di tengah-tengah. setiap orang sangat bersemangat karena kelas itu merupakan kelas terakhir pada hari itu dan mereka bisa menikmati akhir pekan mereka setelah pesta di kelas Dr. Christianson.

Dr. Christianson pergi ke baris pertama dan bertanya, "Cynthia, apakah kamu mau salah satu dari donat itu?"
Chynthia menjawab, "ya."
Dr. Christianson lalu berpaling kepada Henry, "Henry, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Chynthia bisa mendapatkannya donat itu?"
"tentu saja!" Henry lalu melompat ke lantai dan dengan cepat melakukan 10 push up. lalu Henry kembali ke tempat duduknya.
Dr. Chhristianson lalu pergi ke sisiwa selanjutnya, dan bertanya, "Joe, apakah kamu mau suatu donat?"
Joe berkata, "ya.'
Dr. Christianson bertanya, "Henry, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Joe bisa mendapatkan donat itu?"
Henry melakukan 10 push up, dan Joe mendapatkan donatnya. begitulah selanjutnya, di barisan pertama. Henry melakukan 10 push up untuk setiap orang sebelum mereka mendapatkan donat mereka.

di barisan kedua, Dr. Christianson berhadapan dengan Scott. Scott seorang pemain basket, dan fisiknya sekuat Henry. ia juga seorang yang sangat popular dan punya banyak teman wanita. saat profesor bertanya, "Scott, apakah kamu mau donat?"
jawaban Scott adalah, "baiklah, bisakah saya melakukan push up saya sendiri?"
Dr. Christianson berkata, "tidak, Henry harus melakukannya."
lalu Scott berkata, "kalau begitu saya tidak mau donatnya."
Dr. Christianson mengangkat bahunya dan berpaling kepada Henry dan meminta, "Henry, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Scott bisa mendapatkan donat yang ia tidak kehendaki?"

Dengan ketaatan yang sempurna, Henry mulai melakukan 10 push up. Scott berteriak, "hei...! saya sudah berkata, saya tidak menginginkannya!"
Dr. Christianson berkata, "lihat disini! ini kelas saya dan semuanya ini donat saya. biarkan saja di atas meja jika kamu tidak menginginkannya."
lalu profesor itu menempatkan satu donat di atas meja Scott.

di waktu ini, Henry sudah mulai melakukan push up dengan agak perlahan. ia hanya duduk di lantai saja karena terlalu capek untuk kembali ke tempat duduknya. ia mulai berkeringat. Dr. Christianson mulai di barisan ketiga.

para siswa sudah mulai merasa marah. Dr. Christianson bertanya kepada Jenny, "Jenny, apakah kamu menginginkan donat ini?"
dengan tegas Jenny menjawab, "tidak."
lalu Dr. Christianson bertanya Henry, "Henry, maukah kamu melakukan 10 push up lagi, agar Jenny bisa mendapatkan donat yang tidak ia mau?"
Henry melakukan 10 push up dan Jenny mendapatkan satu donat.
ruang sudah mulai di penuhi oleh rasa tidak nyaman. para siswa sudah mulai berkata, "tidak...!" dan semua donat dibiarkan diatas meja tanpa ada yang menginginkannya. Henry sudah kelelahan dan harus berusaha keras untuk tetap terus melakukan push up untuk setiap donat itu. lantai tempat ia melakukan push up sudah dibasahi keringatnya dan lengannya sudah mulai kemerahan.

Dr. Christianson berkata kepada Robert, seorang atheis yang paling lantang suaranya kalau berdebat di kelas, apakah ia mau membantu untuk memastikan bahwa Henry tidak curang dan tetap melakukan 10 push up untuk setiap donat karena dia sendiri sudah tidak sanggup melihat Henry melakukan push up.

Dr. Christianson sudah sampai ke barisan keempat sekarang. dan beberapa siswa dari kelas yang lain yang sudah bergabung di kelas itu dan mereka duduk di tangga. saat profesor menghitung kembali, ternyata ada 34 siswa sekarang di kelas. ia mulai khawatir apakah Henry dapat melakukannya. Dr. Christianson melanjutkan dari satu siswa ke siswa yang selanjutnya sampai ke akhir baris itu. dan Henry sudah mulai bergumul. ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pus up-nya
Henry bertanya kepada Dr. Christianson, "apakah hidung saya harus menyentuh lantai untuk setiap push up yang saya lakukan?"
Dr. Christianson berpikir sejenak, dan berkata, "semuanya ini push up kamu. kamu yang pegang kendali. kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau, asalkan tetap dalam melakukan push up." dan Dr. Christianson melanjutkan ke siswa yang selanjutnya.

beberapa saat kemudian, Jason, seorang siswa dari kelas lain dengan santai mau masuk ke kelas, dan sebelum ia melangkahi masuk, seluruh kelas berteriak serentak, "jangan...!jangan masuk! kamu berdiri diluar saja!"
Jason kaget karena ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Henry mengangkat kepalanya dan berkata, "tidak, biarkan ia masuk."
Dr. Christianson berkata, "kamu sadar bahwa jika Jason masuk, kamu harus melakukan 10 push up untuk dia?"
Henry berkata, "ya, biarkan ia masuk. berikan donat kepadanya."
Dr. Christianson berkata, "ok Henry, Jason, kamu mau donat?"
Jason yang baru masuk ke kelas dan tidak tahu apa-apa, menjawab, "ya, tentu saja, berikan saya donat."
Henry melakukan 10 push up dengan sangat perlahan dan bersusah payah. Jason yang kebingungan diberikan satu donat. Dr. Christianson sudah selesai dengan baris keempat dan mulai ketempat siswa-siswa dari kelas lain yang duduk di tangga dalam kelas.
tangan Henry sudah mulai gemeteran dan ia harus bergumul untuk mengangkat dirinya melawan tarikan gravitasi. di waktu ini, keringatnya bercucuran, dan tidak kedengeran apa-apa kecuali bunyi nafasnya yang kencang. mata setiap orang di kelas itu mulai basah.

satu siswa terakhir adalah siswa perempuan yang sangat popular. Dr. Christianson berkata, "Octaviany, apakah kamu mau donat ini?"
Octaviany dengan air mata yang berlinangan di pipinya mulai menagis, sambil berkata, "Dr. Christianson, mengapa saya tidak boleh membantunya?"

Dr. Christianson, dengan mata yang berkaca-kaca berkata, "tidak, Henry harus melakukannya sendiri; saya telah memberinya tugas itu dan ia bertanggung jawab untuk memastikan setiap orang mempunyai kesempatan untuk mendapat donat itu, tidak kira apakah mereka menginginkannya atau tidak. hanya Henry seorang saja yang mempunyai nilai yang sempurna. setiap orang telah gagal dalam ujian mereka, mereka entah bolos kelas atau memberikan saya tugas yang di bawah standart. Henry memberitahu saya di latihan football, saat seorang pemain buat salah, ia harus buat push up. saya memberitahu Henry bahwa tidak seorangpun dari kalian yang boleh datang ke pesta saya melainkan ia membayar harga dengan melakukan push up bagi kalian. Henry dan saya telah membuat perjanjian demi kalian semua."

"Henry, maukah kamu membuat 10 push up agar Octaviany bisa mendapatkan donat?"
Henry dengan sangat perlahan melakukan 10 push up yang terakhirnya. ia tahu ia sudah menyelesaikan semua yang harus ia lakukan. secara total, Henry telah melakukan 350 push up, tangannya tidak tahan lagi dan ia jatuh tersungkur ke lantai. Dr. Christianson lalu berpaling ke depan kelas, dan berkata, "dan demikian, Juru Selamat kita Jesus Kristus, di atas kayu salib, Ia telah melakukan semua yang dibutuhkan manusia, Ia menyerahkan semuanya. dan seperti yang ada di ruangan ini, banyak diantara kita membiarkan hadiah itu begitu saja di atas meja, sama sekali tidak kita jamah."

dua siswa mengangkat Henry dari lantai untuk duduk di kursi. walaupun sangat lelah secara fisik, Henry tersenyum bahagia. "engkau sudah berbuat dengan baik, hambaku yang baik dan setia." kata profesor dan ia menambahkan, "tidak semua khotbah di sampaikan dengan kata-kata." berpaling kepada kelas, profesor berkata, "harapan saya adalah kalian dapat memahami dan sepenuhnya mengerti akan semua kekayaan kasih karunia dan rahmat yang telah diberikan kepada kalian lewat pengorbanan Jesus Kristus. Allah tidak menyayangkan putra satu-satu-Nya, tetapi menyerahkan Dia untuk kita semua. apakah kita memilih untuk menerima menolak karunia-Nya, harganya sudah lunas dibayar."


APAKAH KITA AKAN MENJADI ORANG YANG BODOH DAN YANG TIDAK BERSYUKUR DENGAN MENINGGALKAN HADIAH ITU DI ATAS MEJA ?

Jbu.

Posted by my friend, Henry I K

"Perlukah kita marah?"

Suatu kali seseorang bertanya kepada saya, bolehkah kita marah?
Pertanyaan yg nampaknya sederhana ini, mungkin bisa dijawab dengan menyebutkan beberapa alasan, mengapa kita tidak boleh marah, menurut latar belakang pengetahuan yg sudah dimiliki setiap pribadi mengenai sisi negatif dari kemarahan.
Referensi ayat pokok, kitab Amsal.

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia secara pribadi mempunyai pikiran, perasaan dan kehendak. Dan karena manusia mempunyai perasaan/emosi, maka setiap manusia pasti akan mengalami rasa suka-cita, perasaan sedihdan juga marah/emotional.
Karena itu kita seharusnya bisa melihat dan menilai kemarahan yg terjadi secara objektif tidak didasarkan pada satu sudut pandang saja. Kita juga tahu Yesus sendiri yg datang sebagai manusia, pernah marah ketika melihat rumah Allah dijadikan tempat berjual beli.
Sebelumnya mari kita lihat dari sudut pandang bahwa kemarahan menjadi suatu hal yg merugikan.
Beberapa referensi ayat alkitab mencatat, kemarahan mempunyai dampak negatif dan sebaiknya dihindari, dalam hal ini adalah kemarahan yg tidak diinginkan Tuhan terjadi, karena membawa dampak yg merugikan.
1. Orang yg lekas gusar/marah. Tergolong orang yg tidak bisa mengendalikan emosi/perasaannya.
"janganlah bertemandengan orang yg lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah. Supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri." (Amsal 22: 24-25).
"Orang yg sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan." (Amsal 14: 29).
"Seorang istri yg suka bertengkar serupa dengan tiris yg tidak henti-hentinya menitik pada waktu hujan. Siapa menahannya menahan angin, dan tangan kanannya menggenggam minyak." (Amsal 27: 15-16).
"Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah melekat dalam dada orang bodoh." (Pengkotbah 7: 9).
2. Kemarahan yg tidak tepat sasaran.
"Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya." (Amsal 29: 11).
"Jika orang bijak berperkara dengan orang bodoh, orang bodoh ini mengamuk dan tertawa, sehingga tak ada ketenangan." (Amsal 29: 9).
3. Kemarahan yg dibuat-buat. Biasanya untuk menutupi kesalahan diri sendiri.
"Siapa menyembunyikan pelanggaran tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi." (Amsal 28: 13).
"Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah." (Amsal 29: 8).
4. Kemarahan karena iri hati atau karena perbuatan jahat orang lain.
"Janganlah menjadi marah karena orang yg berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang fasik." (Amsal 24: 19).
Setelah memahami penjelasan di atas, kita menyadari bahwa kemarahan yg tidak dikehendaki Allah adalah 'sifat marah yg ada pada manusia', adalah sifat marah yg tidak terkendali dan kemarahan yg tidak pada kondisi dan sasaran yg tepat, coba bandingkan dengan kemarahan yg mempunyai nilai positif dan yg bertujuan baik di bawah ini.
Kemarahan yg mempunyai nilai positif adalah kemarahan yg mempunyai arah tujuan yg jelas, untuk suatu kebaikan. Dibedakan menjadi 2 yaitu, kemarahan yg berwujud tegoran yg tidak disertai tindakan disiplin dan kemarahan dalam wujud tegoran yg disertai tindakan untuk mendisiplinkan.
1. Kemarahan dalam wujud tegoran yg tidak disertai tindakan disiplin adalah kemarahan yg tidak diwujudkan dengan luapan emosional yg membabi buta, tetapi melalui tegoran yg lemah lembut dan disampaikan pada sasaran yg tepat dan di waktu atau kondisi yg tepat.
"Perkataan yg diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. Tegoran orang yg bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yg mendengar." (Amsal 25: 11-12).
"Karena perintah itu pelita dan ajaran itu cahaya, dan tegoran yg mendidik itu jalan kehidupan." (Amsal 6: 23).
"Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan tegoran, tersesat." (Amsal 10: 17).
"Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengar tegoran, memperoleh akal budi." (Amsal 15: 32).
2. Kemarahan dalam wujud tegoran yg disertai tindakan disiplin, adalah tegoran dan tindakan disiplin yg dilakukan karena pelanggaran yg berat dan memerlukan suatu tindakan tegas.
"Ketika hari raya paskah Yesus berangkat ke Yerusalem. Di dalam bait suci didapatiNya padagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari bait suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkanNya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikanNya. Kepada pedagang-pedagang merpati, Ia berkata, 'ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah BapaKu menjadi tempat berjualan." (Yohanes 2: 13-16).
Jadi jika orang tua melihat anaknya terlibat dalam tindakan yg tidak baik, seperti narkoba, minuman keras, judi dll, apakah ia tidak akan menegor dan menghukum anaknya?
"Tongkat & teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yg dibiarkan mempermalukan ibunya." (Amsal 29: 15).
"Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya." (Amsal 29: 19).
"Jangan menolak didikan dari anakmu, ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati." (Amsal 23:13-14).
"Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya." (Amsal 19: 18).
HAL-HAL YG PERLU DIPERTIKAN KETIKA PERASAAN AMARAH MUNCUL.
1. Tetap menjadi sabar.
"Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yg sabar memadamkan perbantahan." (Amsal 15: 18).
2. Kendalikan emosi dengan tetap berkata-kata dengan lemah lembut.
"Jawaban yg lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yg pedas membangkitkan marah." (Amsal 15: 1).
"Orang yg sabar melebihi seorang pahlawan, orang yg menguasai dirinya, melebihi orang yg merebut kota." (Amsal 16: 32).
3. Jadilah bijak.
"Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yg bijaksana, bersabar. Orang yg tak berpengalaman mendapat kebodohan, tetapi orang yg bijak bermahkotakan pengetahuan." (Amsal 14: 17-18).
"Teguran orang yg bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yg mendengar." (Amsal 25: 12).
4. Tetap berpijak pada firman Tuhan.
"Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yg mendidik itu jalan kehidupan." (Amsal 6: 23).
5. Tetap tenang.
"Orang yg sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan. Hati yg tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati membusukkan tulang." (Amsal 14: 29-30).
"Janganlah menjadi marah karena orang yg berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik." (Amsal 24: 19).
6. Tetap mengucapkan perkataan yg baik.
"Perkataan yg menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang." (Amsal 16: 24).
KESIMPULAN
Kemarahan tidak selalu mempunyai nilai negatif, tetapi jika kita mengetahui ada suatu pelanggaran/kesalahan, dan kita tidak menegor dan berusaha mendidik ke arah yg lebih baik, itu juga bukan cerminan orang yg memiliki kasih.
"Jika engkau tahu bahwa kamu bisa melakukan sesuatu yg baik, tetapi engkau tidak melakukannya, engkau berdosa."

Tuhan Yesus memberkati.

Written by ~A

"Pengampunan"

Jika kita ditanya, perbuatan apakah yg sulit untuk dikerjakan?...salah-satu jawabannya pasti mengampuni orang yg bersalah, yg merugikan, dan yg menyakiti kita.
Referensi ayat kitab kolose 3: 13.

Secara pribadi, saya sendiri tidak bisa memungkiri bahwa memberikan pengampunan kepada orang yg sudah bertindak tidak adil dengan kita bukanlah perkara mudah, jika dengan kemampuan sendiri, kita pasti akan gagal, pengampunan sejati baru bisa kita kerjakan ketika kita mengandalkan kekuatan kasih dari Allah yg sudah diberikan pada kita melalui pengenalan kita akan Kristus.
Pengampunan adalah suatu perbuatan yg besar. Setidaknya ada dua hal yg saling terkait dalam pengampunan yaitu, kasih dan pengorbanan. Dalam hal ini Tuhan mengaitkan antara hukum kasih kepada Allah dan hukum kasih kepada manusia. Sama seperti yg sudah dikerjakan Allah bagi kita, yaitu oleh karena kasihNya, Ia mengampuni dosa-dosa kita, demikian Allah menghendaki kita juga mengampuni setiap kesalahan sesama kita sebagai wujud kita mengasihi Allah.
"sabarlah kamu seorang terhadap yg lain, dan ampunilah seorang akan yg lain apabila yg seorang menaruh dendam terhadap yg lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (kolose 3: 13)
ALASAN PENTING MENGAPA KITA HARUS MENGAMPUNI
Selain pengampunan adalah perintah Allah secara langsung, pengampunan adalah salah satu kunci untuk bisa masuk dalam kerajaan Allah, karena Yesus sendiri berkata, 'jika engkau tidak mengampuni kesalahan saudaramu, Bapaku yg di Surga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu', 'jika engkau berkata bahwa engkau mengasihi Allah yg tidak engkau lihat, tetapi engkau tidak mengasihi saudaramu sendiri yg engkau lihat, engkau adalah seorang pendusta'. Jadi janganlah hanya karena kita tidak bsa mengampuni kesalahan saudara kita, kita kehilangan berkat yg luar biasa dari Allah.
BEBERAPA CARA UNTUK BISA MENGAMPUNI
Menurut pengamatan saya, seseorang sulit untuk mengampuni karena orang tersebut selalu memusatkan pikirannya pada hal yg tidak baik atau selalu mengingat kesalahan orang yg sudah diperbuat kepadanya.
Jadi ubahlah pola berpikir kita, coba pikirkan hal-hal yg baik dari orang yg bersalah tersebut (bisa saudara kandung, famili, orang tua, sahabat, dll), ingat kebaikan-kebaikannya yg pernah dikerjakan untuk kita, misal; mendidik, mengasuh, menggendong, berwisata, bermain, bercanda, makan bersama, dll. Dan kita akan melihat perubahan terjadi dalam hidup kita. Sakit hati, kekecewaan, dendam, amarah akan hilang bahkan kita juga akan dipulihkan dari sakit penyakit tubuh kita yg disebabkan rasa kecewa dan sakit hati tersebut.
"jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yg benar, semua yg mulia, semua yg adil, semua yg suci, 'semua yg manis', semua yg sedap didengar, semua yg disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4: 8)
Janganlah mengampuni hanya mengandalkan kekuatan sendiri, mintalah hikmat dan penyertaan dari Allah.
Pertahankan 'citra diri kita' tetap baik, ingatlah sekalipun kita mengalami perlakuan yg terburuk, tidak seketika itu citra diri kita menjadi buruk, bahkan penilaiaan Allah pada kita juga tidak berubah, 'kecuali kita sendiri berubah, (sikap hati kita) karena dampak dari perbuatan buruk itu'.
Milikilah sikap hati yg mau 'Mengalah'.
"tetapi Aku berkata kepadamu, janganlah kamu melawan orang yg berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yg menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yg hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun juga yg memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yg meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yg mau meminjam dari padamu. Kamu telah mendengar firman: kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yg menganiaya kamu." (Matius 5: 39-44).

Tuhan Yesus memberkati.

Written by ~A, 2010