There was a blind girl who hated herself because she was blind. She hated everyone, except her loving boyfriend. he was always there for her. She told her boyfriend, 'If I could only see the world, I will marry you.'
One day,
someone donated a pair of eyes to her. When the bandages
came off, she was able to see everything, including her
boyfriend.
He asked
her,'Now that you can see the world, will you marry me?' The
girl looked at her boyfriend and saw that he was blind. The
sight of his closed eyelids shocked her. She hadn't expected
that. The thought of looking at them the rest of her life
led her to refuse to marry him.
Her
boyfriend left in tears and days later wrote a note to her
saying: 'Take good care of your eyes, my dear, for before
they were yours, they were mine.'
This is
how the human brain often works when our status changes.
Only a very few remember what life was like before, and who
was always by their side in the most painful situations.
Life Is a
Gift
Today
before you say an unkind word - Think of someone who can't
speak.
Before
you complain about the taste of your food - Think of someone
who has nothing to eat.
Today
before you complain about life - Think of someone who went
too early to heaven.
Before
whining about the distance you drive Think of someone who
walks the same distance with their feet.
And when
you are tired and complain about your job - Think of the
unemployed, the disabled, and those who wish they had your
job.
And when
depressing thoughts seem to get you down - Put a smile on
your face and think: you're alive and still
around.
Sent by my friend, Evangelist Naeem (Good Samaritan Ministries).
Jumat, 09 April 2010
Menatap dinding kosong
Ada dua orang pasien pria yang menderita sakit parah. Mereka dirawat di rumah sakit yang sama.
Pria pertama diizinkan duduk di tempat tidurnya setiap sore selama satu jam. Tujuannya adalah agar cairan dari paru-parunya bisa dikeluarkan. Tempat tidurnya terletak di dekat satu-satunya jendela yang ada di kamar itu.
Sedang pria yang kedua harus selalu berbaring dalam keadaan terlentang. Karena di antara dua tempat tidur ada dinding pemisah yang cukup tinggi, pria yang tidur terlentang tidak bisa melihat ke jendela.
Kedua orang pria tersebut sering mengobrol. Macam-macam hal yang mereka bicarakan. Dari mengenai istri, keluarga, rumah, pekerjaan, wajib militer sampai tempat-tempat yang dikunjungi saat liburan. Sore hari, saat pria yang menempati tempat tidur dekat jendela diizinkan duduk, dia bercerita ke teman sekamarnya. Ia melaporkan apa-apa yang dilihatnya di balik jendela.
Pria yang hanya bisa terlentang lama-kelamaan bisa menikmati cerita temannya. Selama satu jam sehari, cara pandangnya diperluas dan dihidupkan kembali dengan mendengarkan tentang kegiatan dan warna-warni dunia luar.
Jendela itu menghadap ke sebuah taman. Di taman itu juga ada sebuah danau yang indah dengan bebek-bebek dan angsa-angsa yang berenang di atasnya. Anak-anak bermain dengan mainan kapal layarnya. Pasangan suami isteri yang sedang dimabuk asmara berjalan sambil bergandengan tangan di antara bunga-bunga yang berwarna-warni bagaikan warna pelangi. Beberapa pohon besar tumbuh di atas rerumputan. Pemandangan indah kota terlihat dari kejauhan.
Pria yang berada di dekat jendela menceritakan semua ini dengan amat rinci. Pria yang mendengarkan, menutup matanya sambil membayangkan pemandangan- pemandangan yang dituturkan rekannya.
Di suatu hari yang cukup terik, pria yang menempati tempat tidur dekat jendela melaporkan tentang sebuah pawai yang lewat di sana . Pria yang kedua tidak bisa mendengar musik bandnya. Namun, dia bisa melihat mereka dengan mata batinnya. Ia seakan melihat badut-badut yang menari-nari, bendera yang berwarna-warni serta mobil dan kuda yang dihias.
Hari pun berlalu. Di dalam hati pria yang tidak bisa melihat ke jendela diam-diam timbul rasa iri atas cerita-cerita yang disampaikan oleh teman sekamarnya, karena dia ingin sekali melihat sendiri semua yang diceritakannya. Dia pun mulai membenci teman sekamarnya, karena dia ingin sekali melihat sendiri semua yang diceritakannya. Dia pun mulai membenci teman sekamarnya dan merasa frustasi. Dia juga ingin menempati tempat tidur di dekat jendela!
Pada suatu pagi seorang juru rawat masuk ke kamarnya. Pria yang ditempatkan di dekat jendela ditemukan meninggal dengan tenang pada saat tidur.
Dengan rasa sedih dia memanggil pegawai rumah sakit untuk memindahkan jenazahnya.
Setelah dianggap tepat waktunya, pria yang masih dirawat menanyakan apakah dia bisa dipindahkan ke tempat tidur dekat jendela. Perawat tidak berkeberatan untuk memindahkannya dan setelah yakin pasiennya dalam posisi yang aman, dia meninggalkannya sendirian.
Pelan-pelan, sambil menahan rasa sakit, dia berupaya mengangkat tubuhnya dengan satu siku lengannya untuk melihat pertama kalinya dunia di luar jendela.
Ia pikir, akhirnya dia bisa juga menikmati kebahagiaan saat melihat taman di luar dan semua kegiatan yang ada. Dia berusaha untuk melongok..
Namun ia menjadi amat terkejut karena ternyata yang dilihatnya hanyalah dinding yang kosong.
Dia segera memanggil suster dan bertanya, “Bagaimana teman sekamar saya bisa melihat semua yang diceritakannya kepada saya? Bagaimana dia bisa menceritakan kepada saya tentang segala keindahan sampai yang sekecil-kecilnya, padahal saya hanya melihat dinding batu bata yang kusam!”
Perawat itu menjawab, “Lho, memang Bapak tidak tahu? Mantan teman sekamar Bapak kan BUTA, jadi dinding pun tidak mungkin bisa dilihatnya.” Kemudian sang perawat menambahkan, “Mungkin dia hanya ingin membesarkan hati Bapak saja.”
Apakah Anda bisa merasakan emosi yang terkandung dalam cerita ini?
Apakah pernah terpikir oleh Anda untuk menukar posisi Anda dengan posisi orang lain
Karena merasa iri kepada orang tersebut. Apakah Anda pernah merasa demikian kecewa,
misalnya Anda menyangka sesuatu itu begitu indah, tetapi kenyataannya tidak seperti yang Anda bayangkan? Apakah Anda pernah diberi kata-kata pemberi semangat, tetapi Anda tidak pernah mau mensyukurinya?
Kalau hidup Anda terobsesi oleh segala yang dimiliki orang lain, maka Anda tidak merasakan indahnya hal-hal yang akan diberikan oleh orang lain kepada Anda.
DI ZAMAN SEKARANG INI BANYAK SEKALI ORANG YANG INGIN MEMILIKI APAPUN YANG DIMILIKI OLEH ORANG LAIN. Ingin suami atau istri seperti yang dimiliki orang lain, ingin pekerjaan seperti pekerjaan orang lain, ingin penghargaan seperti yang telah diterima orang lain, ingin popularitas seperti yang diraih oleh orang lain, rumah yang dimiliki orang lain, posisi yang dimiliki oleh orang lain.
SERING PULA MEREKA INGIN HAL-HAL YANG MEREKA ANGGAP ADA DIDALAM DIRI ORANG LAIN. Misalnya, kebahagiaan, rasa memiliki tujuan, kedamaian pikiran, rasa cinta dan kenyamanan. Yang sebenarnya adalah bahwa di setiap situasi pasti ada masalah, di setiap kehidupan pasti ada rintangan, di setiap hubungan pasti ada kesulitan, di setiap kesempatan pasti ada tantangan atau masalah yang berat. Pada dasarnya, pada setiap aspek yang positif selalu ada tandingannya yang bersifat negatif. Karena itu, tidak mungkin ada orang yang bebas dari masalah kehidupan.
Kalau begitu, bagaimana sikap kita dalam menghadapi hal ini?
# Jadilah orang yang PANDAI BERSYUKUR untuk apa yang SUDAH ANDA MILIKI saat ini.
# Bersikaplah positif atas semua keadaan, karena KEBAHAGIAAN itu bukan diluar diri tetapi ADA di DALAM DIRI.
(Dari buku ‘Piano on the Beach’ karangan Jim Dornan)
JBU ALL
Sent by my friend, Yohana lina susanti (Generasi Minyak Anggur).
Pria pertama diizinkan duduk di tempat tidurnya setiap sore selama satu jam. Tujuannya adalah agar cairan dari paru-parunya bisa dikeluarkan. Tempat tidurnya terletak di dekat satu-satunya jendela yang ada di kamar itu.
Sedang pria yang kedua harus selalu berbaring dalam keadaan terlentang. Karena di antara dua tempat tidur ada dinding pemisah yang cukup tinggi, pria yang tidur terlentang tidak bisa melihat ke jendela.
Kedua orang pria tersebut sering mengobrol. Macam-macam hal yang mereka bicarakan. Dari mengenai istri, keluarga, rumah, pekerjaan, wajib militer sampai tempat-tempat yang dikunjungi saat liburan. Sore hari, saat pria yang menempati tempat tidur dekat jendela diizinkan duduk, dia bercerita ke teman sekamarnya. Ia melaporkan apa-apa yang dilihatnya di balik jendela.
Pria yang hanya bisa terlentang lama-kelamaan bisa menikmati cerita temannya. Selama satu jam sehari, cara pandangnya diperluas dan dihidupkan kembali dengan mendengarkan tentang kegiatan dan warna-warni dunia luar.
Jendela itu menghadap ke sebuah taman. Di taman itu juga ada sebuah danau yang indah dengan bebek-bebek dan angsa-angsa yang berenang di atasnya. Anak-anak bermain dengan mainan kapal layarnya. Pasangan suami isteri yang sedang dimabuk asmara berjalan sambil bergandengan tangan di antara bunga-bunga yang berwarna-warni bagaikan warna pelangi. Beberapa pohon besar tumbuh di atas rerumputan. Pemandangan indah kota terlihat dari kejauhan.
Pria yang berada di dekat jendela menceritakan semua ini dengan amat rinci. Pria yang mendengarkan, menutup matanya sambil membayangkan pemandangan- pemandangan yang dituturkan rekannya.
Di suatu hari yang cukup terik, pria yang menempati tempat tidur dekat jendela melaporkan tentang sebuah pawai yang lewat di sana . Pria yang kedua tidak bisa mendengar musik bandnya. Namun, dia bisa melihat mereka dengan mata batinnya. Ia seakan melihat badut-badut yang menari-nari, bendera yang berwarna-warni serta mobil dan kuda yang dihias.
Hari pun berlalu. Di dalam hati pria yang tidak bisa melihat ke jendela diam-diam timbul rasa iri atas cerita-cerita yang disampaikan oleh teman sekamarnya, karena dia ingin sekali melihat sendiri semua yang diceritakannya. Dia pun mulai membenci teman sekamarnya, karena dia ingin sekali melihat sendiri semua yang diceritakannya. Dia pun mulai membenci teman sekamarnya dan merasa frustasi. Dia juga ingin menempati tempat tidur di dekat jendela!
Pada suatu pagi seorang juru rawat masuk ke kamarnya. Pria yang ditempatkan di dekat jendela ditemukan meninggal dengan tenang pada saat tidur.
Dengan rasa sedih dia memanggil pegawai rumah sakit untuk memindahkan jenazahnya.
Setelah dianggap tepat waktunya, pria yang masih dirawat menanyakan apakah dia bisa dipindahkan ke tempat tidur dekat jendela. Perawat tidak berkeberatan untuk memindahkannya dan setelah yakin pasiennya dalam posisi yang aman, dia meninggalkannya sendirian.
Pelan-pelan, sambil menahan rasa sakit, dia berupaya mengangkat tubuhnya dengan satu siku lengannya untuk melihat pertama kalinya dunia di luar jendela.
Ia pikir, akhirnya dia bisa juga menikmati kebahagiaan saat melihat taman di luar dan semua kegiatan yang ada. Dia berusaha untuk melongok..
Namun ia menjadi amat terkejut karena ternyata yang dilihatnya hanyalah dinding yang kosong.
Dia segera memanggil suster dan bertanya, “Bagaimana teman sekamar saya bisa melihat semua yang diceritakannya kepada saya? Bagaimana dia bisa menceritakan kepada saya tentang segala keindahan sampai yang sekecil-kecilnya, padahal saya hanya melihat dinding batu bata yang kusam!”
Perawat itu menjawab, “Lho, memang Bapak tidak tahu? Mantan teman sekamar Bapak kan BUTA, jadi dinding pun tidak mungkin bisa dilihatnya.” Kemudian sang perawat menambahkan, “Mungkin dia hanya ingin membesarkan hati Bapak saja.”
Apakah Anda bisa merasakan emosi yang terkandung dalam cerita ini?
Apakah pernah terpikir oleh Anda untuk menukar posisi Anda dengan posisi orang lain
Karena merasa iri kepada orang tersebut. Apakah Anda pernah merasa demikian kecewa,
misalnya Anda menyangka sesuatu itu begitu indah, tetapi kenyataannya tidak seperti yang Anda bayangkan? Apakah Anda pernah diberi kata-kata pemberi semangat, tetapi Anda tidak pernah mau mensyukurinya?
Kalau hidup Anda terobsesi oleh segala yang dimiliki orang lain, maka Anda tidak merasakan indahnya hal-hal yang akan diberikan oleh orang lain kepada Anda.
DI ZAMAN SEKARANG INI BANYAK SEKALI ORANG YANG INGIN MEMILIKI APAPUN YANG DIMILIKI OLEH ORANG LAIN. Ingin suami atau istri seperti yang dimiliki orang lain, ingin pekerjaan seperti pekerjaan orang lain, ingin penghargaan seperti yang telah diterima orang lain, ingin popularitas seperti yang diraih oleh orang lain, rumah yang dimiliki orang lain, posisi yang dimiliki oleh orang lain.
SERING PULA MEREKA INGIN HAL-HAL YANG MEREKA ANGGAP ADA DIDALAM DIRI ORANG LAIN. Misalnya, kebahagiaan, rasa memiliki tujuan, kedamaian pikiran, rasa cinta dan kenyamanan. Yang sebenarnya adalah bahwa di setiap situasi pasti ada masalah, di setiap kehidupan pasti ada rintangan, di setiap hubungan pasti ada kesulitan, di setiap kesempatan pasti ada tantangan atau masalah yang berat. Pada dasarnya, pada setiap aspek yang positif selalu ada tandingannya yang bersifat negatif. Karena itu, tidak mungkin ada orang yang bebas dari masalah kehidupan.
Kalau begitu, bagaimana sikap kita dalam menghadapi hal ini?
# Jadilah orang yang PANDAI BERSYUKUR untuk apa yang SUDAH ANDA MILIKI saat ini.
# Bersikaplah positif atas semua keadaan, karena KEBAHAGIAAN itu bukan diluar diri tetapi ADA di DALAM DIRI.
(Dari buku ‘Piano on the Beach’ karangan Jim Dornan)
JBU ALL
Sent by my friend, Yohana lina susanti (Generasi Minyak Anggur).
Roda kereta Firaun ditemukan
Masih ingat dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara anda menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak tulisan dibawah ini.
Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt (lihat di http://www.wyattmuseum.com/ron-wyatt.htm ) pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno di dasar laut merah.
Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Firaun yang tenggelam di lautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Fir'aun yang tenggelam di laut Merah.
Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam,dimana menurut sejarah, kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas.
Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi-nabiNya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka.
Diantara beberapa bangkai kereta tadi,ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Firaun sang raja.
Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas,
Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah),menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi di mana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba.
Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter.
Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat.
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter.
Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!!sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.
Catatan : Mengenai penemuan Wyatt ini, bisa dilihat dalam situs : http://www.wyattmuseum.com/red-sea-crossing-04.htm
Sent by my friend, Yohana lina susanti, (Generasi Minyak Anggur).
JBU
Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt (lihat di http://www.wyattmuseum.com/ron-wyatt.htm ) pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno di dasar laut merah.
Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Firaun yang tenggelam di lautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Fir'aun yang tenggelam di laut Merah.
Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam,dimana menurut sejarah, kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas.
Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi-nabiNya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka.
Diantara beberapa bangkai kereta tadi,ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Firaun sang raja.
Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas,
Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah),menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi di mana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba.
Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter.
Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat.
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter.
Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!!sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.
Catatan : Mengenai penemuan Wyatt ini, bisa dilihat dalam situs : http://www.wyattmuseum.com/red-sea-crossing-04.htm
Sent by my friend, Yohana lina susanti, (Generasi Minyak Anggur).
JBU
Minggu, 04 April 2010
"Tulisan di atas pasir"
Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir: "Hari ini, sahabat terbaikku menampar pipiku."
Mereka terus berjalan sampai akhirnya menemukan sebuah oasis. Mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, tapi dia berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: "Hari ini, sahabat terbaikku menyelamatkan nyawaku."
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir dan sekarang menuliskan ini di batu?" Sambil tersenyum temannya menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa baik terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar takkan pernah bisa hilang tertiup angin."
Dalam hidup ini ada kalanya kita dan orang terdekat kita berada dalam situasi yang sulit, yang kadang menyebabkan kita mengatakan atau melakukan hal-hal yang menyakiti satu sama lain. Juga terjadinya beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum kita menyesal di kemudian hari, cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masa lalu.
Sent by my friend, Dolvine Penguine.
Belajarlah menulis di atas pasir...
Mereka terus berjalan sampai akhirnya menemukan sebuah oasis. Mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, tapi dia berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: "Hari ini, sahabat terbaikku menyelamatkan nyawaku."
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir dan sekarang menuliskan ini di batu?" Sambil tersenyum temannya menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa baik terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar takkan pernah bisa hilang tertiup angin."
Dalam hidup ini ada kalanya kita dan orang terdekat kita berada dalam situasi yang sulit, yang kadang menyebabkan kita mengatakan atau melakukan hal-hal yang menyakiti satu sama lain. Juga terjadinya beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum kita menyesal di kemudian hari, cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masa lalu.
Sent by my friend, Dolvine Penguine.
Belajarlah menulis di atas pasir...
"Rahasia ilmu sang guru"
Konon di suatu negri di daratan Cina, terdapat sebuah perguruan yg terkenal. Di dalam perguruan ini tinggal seorang guru yg dikenal sakti dan berilmu tinggi, juga tinggal beberapa murid yg berlatih ilmu bela diri & ketahanan tubuh.
Di antara semua murid, ada seorang murid yg paling disayangi oleh sang guru. Murid ini mempunyai kelebihan khusus dari murid lain, dalam waktu singkat murid ini sudah bisa menguasai berbagai ilmu yg diajarkan sang guru.
Suatu ketika murid yg disayangi sang guru ini datang menemui sang guru, ia berkata, "guru engkau tahu muridmu ini sudah berlatih disini beberapa tahun dan aku juga sudah menguasai dengan baik ilmu yg guru ajarkan, sekarang bolehkah muridmu ini turun gunung?...karena aku sangat ingin melihat dunia luar dan menjumpai keluargaku."
Beberapa saat sang guru memperhatikan muridnya, kemudian ia berkata, "bukankah rumahmu sangat jauh dari sini?...setidaknya engkau harus memasuki hutan yg lebat, menyebrangi sungai & menyusuri lembah... mungkin saja engkau menghadapi orang yg jahat dalam perjalananmu."
Maka sang murid ini menjawab, "Jangan khawatir guru, ilmu yg guru ajarkan, aku kira sudah lebih dari cukup untuk aku berjaga-jaga dari orang yg akan berbuat jahat kepadaku."
"Baiklah jika engkau memang bersikeras dengan niatmu itu, namun demikian sebelum engkau pergi, guru akan mengajarkan ilmu yg terakhir, guru berharap engkau bisa menguasai ilmu ini, setelah itu, barulah guru mengijinkan engkau pergi", kata sang guru.
Dengan bersemangat murid ini menjawab, "baik guru, cepat ajarkanlah ilmu itu kepadaku."
Dengan mengambil sikap berdiri tegap sang murid bersiap menerima bimbingan sang guru. Tetapi sang guru itu berkata kepada muridnya, "ambillah sebuah kertas di meja itu, dan duduklah dekat guru, engkau akan belajar melalui kertas itu."
"Sebuah kertas, guru!", dengan keheranan murid ini menuruti perintah gurunya mengambil kertas itu & duduk di dekat gurunya.
Lalu guru itu berkata, "sekarang bukalah dua ujung jarimu, hanya ibu jari dan jari telunjuk". Setelah itu sang guru mengangkat sebuah kertas berukuran persegi yg tidak terlalu besar, dan memegangnya di antara kedua jari muridnya itu, dan berkata, "lihatlah, guru akan melepas kertas ini dan engkau harus bisa menangkapnya."
"itu sangat mudah, guru", jawab sang murid.
Beberapa saat guru ini tidak melepas kertas itu, muridnya mulai tidak sabar dan berkata kepada sang guru, " cepat guru, bukankah guru akan melepas kertas itu?".
"baik, tunggulah sejenak", jawab sang guru. Beberapa saat kemudian sang guru melepas kertas itu, sang murid tidak menyadari dan ia gagal menangkap kertas itu.
Beberapa kali hal itu dilakukan sang murid tidak bisa menangkap kertas itu. Sampai suatu ketika sang murid bisa menangkap kertas itu. Sang guru menguji dengan cara demikian berulang-ulang dan dalam banyak kali di coba sang murid hanya bisa menangkap kertas itu satu-dua kali saja.
Maka bertanyalah sang guru kepada muridnya, "apakah engkau sudah tahu, mengapa engkau hanya bisa menangkap kertas itu, satu-dua kali saja ketika guru melepasnya?"
Mendengar pertanyaan sang guru, murid itu menjawab, "mungkin aku kurang cepat & tangkas sehingga seringkali kertas itu tidak bisa aku tangkap, hanya satu-dua kali aku bisa melakukannya".
Mendengar perkataan muridnya, sang guru berkata, "kurang tepat jawabmu itu, engkau tidak bisa setiap kali menankap kertas itu, hanya satu-dua kali saja, karena engkau tidak sehati dengan gurumu ini, jika engkau hanya mengandalkan kecepatan dan ketangkasan, mungkin dalam sepuluh kali guru melepas kertas, engkau bisa menangkapnya sembilan kali, tetapi ada satu kali pasti engkau tidak bisa menangkap kertas itu, ilmu yg guru ajarkan ini, guru menyebutnya ilmu sehati"
Beberapa saat kemudian sang guru berkata lagi, "sekarang pegang kertas ini ditangan kananmu dan dengan cara yg sama tangan kirimu pasti bisa menangkap kertas itu ketika tangan kananmu melepas kertas itu, bahkan engkau selalu bisa menangkap kertas itu sekalipun dengan mata tertutup, karena tangan kanan & tangan kirimu ada dalam satu hati".
"Perhatikanlah, tangan kanan & kirimu selalu berdekatan dan ada dalam satu tubuh, engkau akan memahami bahwa dengan kedekatan, engkau akan bisa memahami sikap dan karakter seseorang".
"ingat bahwa engkau kurang sabar ketika guru beberapa saat tidak melepas kertas itu, padahal untuk mengusai ilmu ini selain diperlukan kedekatan/kesehatian juga diperlukan ketenangan serta konsentrasi yang tinggi, dengan ketenangan engkau akan lebih fokus daripada selalu agresif menyerang terlebih dahulu."
Mendengar penjelasan sang guru, murid ini mengangguk-angguk seraya mencermati penjelasan gurunya.
Demikian setelah peristiwa itu, sang murid masih tinggal di perguruan tersebut selama beberapa tahun lamanya, namun demikian selama beberapa tahun itu sang murid menjalin hubungan lebih dekat dengan gurunya, dan karakternya berubah lebih tenang dan ia nampak lebih bijaksana.
-----------------
Saudaraku, pelajaran penting bisa kita petik dari cerita di atas, bahwa hubungan kita dengan Allahpun demikian, yaitu memerlukan kedekatan/kekariban sehingga kita bisa mengetahui kehendak/isi hati Allah. Jika kita tinggal di dalam Allah & Roh Allah itu tinggal dalam tubuh kita sebagai baitNya 'yg kudus' seharusnya kita tahu isi hati Allah, karena kita sangat dekat dengan Allah. Seperti ada firman yg mengatakan,
'sebab roh itu menyelidiki segala sesuatu, bahkan segala sesuatu yg tersembunyi dalam diri Allah."
Kedekatan dengan Allah juga bisa dibangun dengan sering berkomunikasi dengan baik, tetapi jika jiwa kita (pikiran, perasaan & kehendak) tidak tenang, kita akan sulit berkomunikasi dengan baik. Ingatlah firman ini,
"dengan bertobat dan tinggal diam, kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu" (Yesaya 30: 15).
Tuhan Yesus memberkati.
Written by ~A, 2010.
Di antara semua murid, ada seorang murid yg paling disayangi oleh sang guru. Murid ini mempunyai kelebihan khusus dari murid lain, dalam waktu singkat murid ini sudah bisa menguasai berbagai ilmu yg diajarkan sang guru.
Suatu ketika murid yg disayangi sang guru ini datang menemui sang guru, ia berkata, "guru engkau tahu muridmu ini sudah berlatih disini beberapa tahun dan aku juga sudah menguasai dengan baik ilmu yg guru ajarkan, sekarang bolehkah muridmu ini turun gunung?...karena aku sangat ingin melihat dunia luar dan menjumpai keluargaku."
Beberapa saat sang guru memperhatikan muridnya, kemudian ia berkata, "bukankah rumahmu sangat jauh dari sini?...setidaknya engkau harus memasuki hutan yg lebat, menyebrangi sungai & menyusuri lembah... mungkin saja engkau menghadapi orang yg jahat dalam perjalananmu."
Maka sang murid ini menjawab, "Jangan khawatir guru, ilmu yg guru ajarkan, aku kira sudah lebih dari cukup untuk aku berjaga-jaga dari orang yg akan berbuat jahat kepadaku."
"Baiklah jika engkau memang bersikeras dengan niatmu itu, namun demikian sebelum engkau pergi, guru akan mengajarkan ilmu yg terakhir, guru berharap engkau bisa menguasai ilmu ini, setelah itu, barulah guru mengijinkan engkau pergi", kata sang guru.
Dengan bersemangat murid ini menjawab, "baik guru, cepat ajarkanlah ilmu itu kepadaku."
Dengan mengambil sikap berdiri tegap sang murid bersiap menerima bimbingan sang guru. Tetapi sang guru itu berkata kepada muridnya, "ambillah sebuah kertas di meja itu, dan duduklah dekat guru, engkau akan belajar melalui kertas itu."
"Sebuah kertas, guru!", dengan keheranan murid ini menuruti perintah gurunya mengambil kertas itu & duduk di dekat gurunya.
Lalu guru itu berkata, "sekarang bukalah dua ujung jarimu, hanya ibu jari dan jari telunjuk". Setelah itu sang guru mengangkat sebuah kertas berukuran persegi yg tidak terlalu besar, dan memegangnya di antara kedua jari muridnya itu, dan berkata, "lihatlah, guru akan melepas kertas ini dan engkau harus bisa menangkapnya."
"itu sangat mudah, guru", jawab sang murid.
Beberapa saat guru ini tidak melepas kertas itu, muridnya mulai tidak sabar dan berkata kepada sang guru, " cepat guru, bukankah guru akan melepas kertas itu?".
"baik, tunggulah sejenak", jawab sang guru. Beberapa saat kemudian sang guru melepas kertas itu, sang murid tidak menyadari dan ia gagal menangkap kertas itu.
Beberapa kali hal itu dilakukan sang murid tidak bisa menangkap kertas itu. Sampai suatu ketika sang murid bisa menangkap kertas itu. Sang guru menguji dengan cara demikian berulang-ulang dan dalam banyak kali di coba sang murid hanya bisa menangkap kertas itu satu-dua kali saja.
Maka bertanyalah sang guru kepada muridnya, "apakah engkau sudah tahu, mengapa engkau hanya bisa menangkap kertas itu, satu-dua kali saja ketika guru melepasnya?"
Mendengar pertanyaan sang guru, murid itu menjawab, "mungkin aku kurang cepat & tangkas sehingga seringkali kertas itu tidak bisa aku tangkap, hanya satu-dua kali aku bisa melakukannya".
Mendengar perkataan muridnya, sang guru berkata, "kurang tepat jawabmu itu, engkau tidak bisa setiap kali menankap kertas itu, hanya satu-dua kali saja, karena engkau tidak sehati dengan gurumu ini, jika engkau hanya mengandalkan kecepatan dan ketangkasan, mungkin dalam sepuluh kali guru melepas kertas, engkau bisa menangkapnya sembilan kali, tetapi ada satu kali pasti engkau tidak bisa menangkap kertas itu, ilmu yg guru ajarkan ini, guru menyebutnya ilmu sehati"
Beberapa saat kemudian sang guru berkata lagi, "sekarang pegang kertas ini ditangan kananmu dan dengan cara yg sama tangan kirimu pasti bisa menangkap kertas itu ketika tangan kananmu melepas kertas itu, bahkan engkau selalu bisa menangkap kertas itu sekalipun dengan mata tertutup, karena tangan kanan & tangan kirimu ada dalam satu hati".
"Perhatikanlah, tangan kanan & kirimu selalu berdekatan dan ada dalam satu tubuh, engkau akan memahami bahwa dengan kedekatan, engkau akan bisa memahami sikap dan karakter seseorang".
"ingat bahwa engkau kurang sabar ketika guru beberapa saat tidak melepas kertas itu, padahal untuk mengusai ilmu ini selain diperlukan kedekatan/kesehatian juga diperlukan ketenangan serta konsentrasi yang tinggi, dengan ketenangan engkau akan lebih fokus daripada selalu agresif menyerang terlebih dahulu."
Mendengar penjelasan sang guru, murid ini mengangguk-angguk seraya mencermati penjelasan gurunya.
Demikian setelah peristiwa itu, sang murid masih tinggal di perguruan tersebut selama beberapa tahun lamanya, namun demikian selama beberapa tahun itu sang murid menjalin hubungan lebih dekat dengan gurunya, dan karakternya berubah lebih tenang dan ia nampak lebih bijaksana.
-----------------
Saudaraku, pelajaran penting bisa kita petik dari cerita di atas, bahwa hubungan kita dengan Allahpun demikian, yaitu memerlukan kedekatan/kekariban sehingga kita bisa mengetahui kehendak/isi hati Allah. Jika kita tinggal di dalam Allah & Roh Allah itu tinggal dalam tubuh kita sebagai baitNya 'yg kudus' seharusnya kita tahu isi hati Allah, karena kita sangat dekat dengan Allah. Seperti ada firman yg mengatakan,
'sebab roh itu menyelidiki segala sesuatu, bahkan segala sesuatu yg tersembunyi dalam diri Allah."
Kedekatan dengan Allah juga bisa dibangun dengan sering berkomunikasi dengan baik, tetapi jika jiwa kita (pikiran, perasaan & kehendak) tidak tenang, kita akan sulit berkomunikasi dengan baik. Ingatlah firman ini,
"dengan bertobat dan tinggal diam, kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu" (Yesaya 30: 15).
Tuhan Yesus memberkati.
Written by ~A, 2010.
Rabu, 31 Maret 2010
"Harga sebuah ketulusan"
Mari saudaraku kita belajar 'arti sebuah ketulusan' dari kisah seorang pemuda yg tulus hati dan seorang ibu yg bijaksana.
Alkisah, di suatu daerah terpencil hiduplah seorang ibu & anak gadisnya yg tunggal. Ibu ini sangat bersyukur karena mempunyai anak gadis yg sangat cantik, namun demikian mereka berdua tinggal dalam keadaan yg serba berkekurangan.
Sekalipun dalam keadaan seperti itu mereka menjalani hari demi hari dengan suka-cita, sampai pada suatu waktu ibu ini jatuh sakit.
Menyadari sakitnya yg parah dan tidak mungkin disembuhkan, ia memanggil anak gadisnya yg semata wayang itu. Ia tahu bahwa waktunya akan tiba, ia tidak akan lama tinggal di dunia ini.
Sehari sebelumnya, ia berpikir dengan keras bagaimana ia harus meninggalkan anak satu-satunya, apalagi ia seorang gadis dan berparas cantik, timbul kekhawatiran dalam hatinya seseorang akan mencelakai atau memanfaatkan anaknya itu.
Karena itu kepada anak gadisnya, ibu ini berpesan, "engkau tahu anakku, sakit penyakit ibu yg parah ini, waktu ibu tidak akan lama anakku, sebenarnya ibu juga tidak rela meninggalkan engkau hidup sendirian, tetapi engkau tahu anakku, ternyata Tuhan mempunyai kehendak lain atas hidup kita, namun demikian anakku, ibu telah menuliskan 3 surat yg harus engkau baca setelah ibu tiada". Bacalah satu persatu surat itu, dari surat pertama, dan setelah engkau mengerjakan apa yg ditulis, barulah engkau membaca surat yg kedua, dan surat yg terakhir bacalah setelah engkau mengerjakan apa yg tertulis dalam kedua surat itu, atau engkau sudah bisa menguburkan jasad ibumu ini, jika engkau belum bisa mengerjakan apa yg tertulis dalam surat pertama dan kedua jangan engkau baca surat yg ketiga.
Beberapa hari setelah memberi pesan ibu ini meninggal. Demikian anak gadis ini menuruti perintah ibunya, dibacanya surat yg pertama. Dalam surat ini ibunya berpesan, "anakku engkau tahu kita hidup dalam kemiskinan bahkan ketika ibu sudah tiada ibu tahu engkau tidak mempunyai cukup uang untuk menguburkan jasad ibumu ini, karena itu anakku, pergilah engkau ke tempat yg ramai, berkerumun banyak orang, dan bawalah jasad ibumu ini, baringkan ibu di atas sebuah tikar, dan buatlah 2 buat kain seperti umbul-umbul yg bertuliskan siapa yg berkenan menguburkan ibuku, jika ia perempuan aku akan bersedia mengangkat ia sebagai saudara atau bekerja untuknya dan jika ia laki-laki aku akan bersedia menjadi pendampingnya. Dan taruhlah 2 umbul-umbul ini di depan disebelah kiri & kanan jasad ibu, dan dan engkau duduklah didekat kaki ibumu ini."
Maka perintah ini segera dikerjakan oleh anaknya itu. Karena keingin-tahuan apa yg diperbuat gadis ini, banyak orang berduyun-duyun menghampiri gadis ini. "apa yg terjadi dengan dia?, siapakah yg meninggal ini?"..dan banyak lagi pertanyaan lain berdatangan. Mendengar penjelasan gadis ini banyak orang jatuh iba atas kejadian yg menimpanya. Beberapa orang malah ingin menyumbangkan uangnya untuk gadis ini. Tetapi ia menolak, katanya, " ibuku hanya berpesan siapa yg bisa menguburkan ibuku ini aku akan mengangkatnya sebagai saudara jika ia perempuan, dan jika lelaki aku akan menikah dengannya."
Beberapa orang menjadi keheranan dengan gadis ini, banyak komentar miring diberikan juga pada gadis ini, "apakah ia tidak kasihan dengan keadaan ibunya yg seperti itu?"....," bukankah uang itu bisa digunakan untuk menguburkan ibunya itu?"...
Disana ada juga banyak pemuda, bahkan lelaki yg sudah beristri ingin membantunya. Salah seorang itu berkata, "hai...lihat gadis ini sangat cantik, sekalipun nampak berpakain lusuh...aku mau membiayai penguburan ibumu, tetapi setelah itu engkau harus menepati janjimu". Gadis ini mengangguk tanda setuju.
"jika demikiaan penguburan seperti apa yg kau kehendaki?"..,tanya pemuda itu. Maka gadis ini membaca surat kedua ibunya, setelah itu memberikan pada pemuda itu. Dengan cepat ia mengambil surat itu dan membacanya, sejenak pemuda ini tertegun...lalu ia mengembalikan surat itu kepada si gadis dan pergi begitu saja.
Beberapa pemuda datang silih berganti, tetapi mereka semuapun pergi seperti pemuda yg pertama itu.
Hari itu ibu gadis itu belum dikuburkan karena belum ada yg menyanggupi syarat penguburan ibunya itu.
Esok harinya hal yg terjadi kemarinpun terulang lagi. Sampai pada siang hari datanglah seorang lelaki yg terlihat sudah agak berumur. Banyak orang terlihat segan dengan laki-laki ini. Ia adalah salah seorang yg kaya raya di daerah itu. Ia juga dikenal sampai ke daerah sebrang, ia mempunyai istri lebih dari satu.
Demi melihat kecantikan gadis ini, iapun menjumpai gadis ini, katanya, "kamu tahu apapun permintaanmu akan aku turuti asal kau mau menjadi istriku". Gadis ini berkata, "aku tidak menginginkan apapun tetapi jikalau kamu bisa menguburkan ibuku ini, aku mau menjadi istrimu". Dengan tertawa keras ia mengambil surat ibu gadis itu, dan dibacanya. Ia sangat kaget, air mukanyapun berubah seketika. Kepada gadis itu, laki-laki ini berkata, kamu dan ibumu adalah orang yg tidak tahu diri, kamu kira ibumu ini siapa sehingga aku harus menguburkannya dengan kuburan dari emas?.. Kamu tahu...raja-rajapun tidak sanggup melakukan ini...pasti ibumu ini sudah gila." Dan ia pergi meninggalkan gadis itu dengan terus mengolok-olok gadis itu.
Hari sudah menjadi petang, ibu gadis ini masih belum ada yg menguburkan.
Keesokkan harinya keadaan tidak sama seperti dua hari kemarin, banyak orang bergerombol menjauhi gadis ini, sambil bergunjing. Mereka menganggap gadis ini gila harta bahkan ada yg menganggapnya kurang waras.
Dari kejauhan nampak seorang pemuda berjalan menyusuri jalan didekat gadis itu membaringkan jasad ibunya. Sepanjang jalan itu pemuda ini mendengar gunjingan orang tentang gadis ini. Sampai pada akhirnya pemuda ini menghentikan langkah kakinya di samping gadis itu.
"apa yg sedang kau kerjakan disini adik?...jasad siapa ini?...apakah ini salah satu sanak saudaramu?", tanya pemuda itu.
"..oh bukan, ini jasad ibuku", jawab gadis itu.
"jika demikian, mengapakah kamu tidak menguburkannya?", sekali lagi pemuda ini bertanya.
"aku tidak mempunyai cukup uang untuk membiayai penguburan ibuku, ini pesan dari ibuku sebelum beliau meninggal", gadis itu menyodorkan surat ibunya kepada pemuda itu.
Setelah membaca surat itu, pemuda ini tertegun sejenak, lalu berkata, "adik, akupun tidak bisa menguburkan ibumu ini dengan cara demikian, tetapi aku mempunyai beberapa uang, aku kira ini lebih dari cukup untuk menguburkan ibumu, lihatlah keadaan ibumu ini adik, sudah tiga hari beliau meninggal, dan sudah mulai berbau, ambillah uang ini dan kuburkan ibumu ini, aku tidak menuntut apapun atas uang ini kepadamu."
Mendengar perkataan pemuda itu, hati gadis ini tersentuh oleh kebaikan pemuda ini, dan ia berpikir bahwa perkataan pemuda ini benar, ibunya sudah meninggal tiga hari dan mulai berbau, tidak baik dan tidak berbakti jika jasad ibunya rusak sebelum dikuburkan. Setelah berterima kasih kepada pemuda itu, ia menerima uang itu dan bersama pemuda itu mempersiapkan penguburan ibunya.
Setelah pemakaman itu, hari sudah mulai petang, kepada gadis itu pemuda ini berkata, "adik, dimanakah rumahmu?"
Jawab gadis itu, "rumahku tidak jauh dari sini, kelihatannya engkau seperti seorang perantau, jika engkau bersedia menginaplah malam ini dirumahku."
Pemuda ini menjawab, "adik, aku ini seorang perantau sudah terbiasa aku berpetualang, malam ini aku akan meneruskan perjalananku."
Mendengar perkataan pemuda itu, gadis ini mengambil surat yg ketiga dari ibunya di saku bajunya. Setelah ia membaca surat itu, ia menyodorkan surat itu kepada pemuda itu, sambil berkata, "sebenarnya ibuku meninggalkan 3 pesan sebelum ia meninggal, pesan pertama sudah aku kerjakan dan pesan yg kedua juga sudah aku kerjakan karena pertolonganmu, sekalipun tidak sesuai dengan keinginan ibu di surat kedua, sekarang ini adalah surat ibuku yg ketiga, maukah engkau mengabulkannya?"
Setelah menerima surat itu, pemuda ini membacanya, surat ini berisi pesan terakhir ibu gadis itu, "anakku, ini adalah surat ibu yg ketiga, ibu hanya ingin mengatakan kepadamu, jika ada seorang yg mau menguburkan jasad ibumu ini dengan cara apapun, engkau ikutlah bersama dia, dan jika dia seorang laki-laki dan bersedia mendampingimu, hiduplah bersamanya dengan berbahagia, salam kasih dari ibumu."
....Singkat cerita gadis dan pemuda ini hidup sebagai pasangan yg berbahagia....
"Tahukah saudaraku apa perbedaan antara orang-orang yg pertama kali hendak memberi uang (menyumbang) kepada gadis itu dan orang muda yg tulus hati itu?..."
Orang yg pertama kali hendak memberi, ia mau memberi karena rasa iba, sedang pemuda itu memberi dengan kasih yg tulus.
Memberi dengan rasa iba, ketika pemberian itu ditolak karena alasan lain, masih bisa timbul sakit hati dan bergunjing, tetapi memberi dengan kasih yg tulus sekalipun mendapat penolakan, ia tidak sakit hati, tetapi tetap mengasihi dan memberi dorongan, nasehat & semangat sebagai seorang saudara.
Sedang orang berikutnya yang hendak membantu gadis ini, adalah orang yang mau membantu hanya karena pamrih.
"Harga sebuah ketulusan tidak bisa dinilai dengan emas dan banyaknya harta."
Written by ~A, 2010.
Alkisah, di suatu daerah terpencil hiduplah seorang ibu & anak gadisnya yg tunggal. Ibu ini sangat bersyukur karena mempunyai anak gadis yg sangat cantik, namun demikian mereka berdua tinggal dalam keadaan yg serba berkekurangan.
Sekalipun dalam keadaan seperti itu mereka menjalani hari demi hari dengan suka-cita, sampai pada suatu waktu ibu ini jatuh sakit.
Menyadari sakitnya yg parah dan tidak mungkin disembuhkan, ia memanggil anak gadisnya yg semata wayang itu. Ia tahu bahwa waktunya akan tiba, ia tidak akan lama tinggal di dunia ini.
Sehari sebelumnya, ia berpikir dengan keras bagaimana ia harus meninggalkan anak satu-satunya, apalagi ia seorang gadis dan berparas cantik, timbul kekhawatiran dalam hatinya seseorang akan mencelakai atau memanfaatkan anaknya itu.
Karena itu kepada anak gadisnya, ibu ini berpesan, "engkau tahu anakku, sakit penyakit ibu yg parah ini, waktu ibu tidak akan lama anakku, sebenarnya ibu juga tidak rela meninggalkan engkau hidup sendirian, tetapi engkau tahu anakku, ternyata Tuhan mempunyai kehendak lain atas hidup kita, namun demikian anakku, ibu telah menuliskan 3 surat yg harus engkau baca setelah ibu tiada". Bacalah satu persatu surat itu, dari surat pertama, dan setelah engkau mengerjakan apa yg ditulis, barulah engkau membaca surat yg kedua, dan surat yg terakhir bacalah setelah engkau mengerjakan apa yg tertulis dalam kedua surat itu, atau engkau sudah bisa menguburkan jasad ibumu ini, jika engkau belum bisa mengerjakan apa yg tertulis dalam surat pertama dan kedua jangan engkau baca surat yg ketiga.
Beberapa hari setelah memberi pesan ibu ini meninggal. Demikian anak gadis ini menuruti perintah ibunya, dibacanya surat yg pertama. Dalam surat ini ibunya berpesan, "anakku engkau tahu kita hidup dalam kemiskinan bahkan ketika ibu sudah tiada ibu tahu engkau tidak mempunyai cukup uang untuk menguburkan jasad ibumu ini, karena itu anakku, pergilah engkau ke tempat yg ramai, berkerumun banyak orang, dan bawalah jasad ibumu ini, baringkan ibu di atas sebuah tikar, dan buatlah 2 buat kain seperti umbul-umbul yg bertuliskan siapa yg berkenan menguburkan ibuku, jika ia perempuan aku akan bersedia mengangkat ia sebagai saudara atau bekerja untuknya dan jika ia laki-laki aku akan bersedia menjadi pendampingnya. Dan taruhlah 2 umbul-umbul ini di depan disebelah kiri & kanan jasad ibu, dan dan engkau duduklah didekat kaki ibumu ini."
Maka perintah ini segera dikerjakan oleh anaknya itu. Karena keingin-tahuan apa yg diperbuat gadis ini, banyak orang berduyun-duyun menghampiri gadis ini. "apa yg terjadi dengan dia?, siapakah yg meninggal ini?"..dan banyak lagi pertanyaan lain berdatangan. Mendengar penjelasan gadis ini banyak orang jatuh iba atas kejadian yg menimpanya. Beberapa orang malah ingin menyumbangkan uangnya untuk gadis ini. Tetapi ia menolak, katanya, " ibuku hanya berpesan siapa yg bisa menguburkan ibuku ini aku akan mengangkatnya sebagai saudara jika ia perempuan, dan jika lelaki aku akan menikah dengannya."
Beberapa orang menjadi keheranan dengan gadis ini, banyak komentar miring diberikan juga pada gadis ini, "apakah ia tidak kasihan dengan keadaan ibunya yg seperti itu?"....," bukankah uang itu bisa digunakan untuk menguburkan ibunya itu?"...
Disana ada juga banyak pemuda, bahkan lelaki yg sudah beristri ingin membantunya. Salah seorang itu berkata, "hai...lihat gadis ini sangat cantik, sekalipun nampak berpakain lusuh...aku mau membiayai penguburan ibumu, tetapi setelah itu engkau harus menepati janjimu". Gadis ini mengangguk tanda setuju.
"jika demikiaan penguburan seperti apa yg kau kehendaki?"..,tanya pemuda itu. Maka gadis ini membaca surat kedua ibunya, setelah itu memberikan pada pemuda itu. Dengan cepat ia mengambil surat itu dan membacanya, sejenak pemuda ini tertegun...lalu ia mengembalikan surat itu kepada si gadis dan pergi begitu saja.
Beberapa pemuda datang silih berganti, tetapi mereka semuapun pergi seperti pemuda yg pertama itu.
Hari itu ibu gadis itu belum dikuburkan karena belum ada yg menyanggupi syarat penguburan ibunya itu.
Esok harinya hal yg terjadi kemarinpun terulang lagi. Sampai pada siang hari datanglah seorang lelaki yg terlihat sudah agak berumur. Banyak orang terlihat segan dengan laki-laki ini. Ia adalah salah seorang yg kaya raya di daerah itu. Ia juga dikenal sampai ke daerah sebrang, ia mempunyai istri lebih dari satu.
Demi melihat kecantikan gadis ini, iapun menjumpai gadis ini, katanya, "kamu tahu apapun permintaanmu akan aku turuti asal kau mau menjadi istriku". Gadis ini berkata, "aku tidak menginginkan apapun tetapi jikalau kamu bisa menguburkan ibuku ini, aku mau menjadi istrimu". Dengan tertawa keras ia mengambil surat ibu gadis itu, dan dibacanya. Ia sangat kaget, air mukanyapun berubah seketika. Kepada gadis itu, laki-laki ini berkata, kamu dan ibumu adalah orang yg tidak tahu diri, kamu kira ibumu ini siapa sehingga aku harus menguburkannya dengan kuburan dari emas?.. Kamu tahu...raja-rajapun tidak sanggup melakukan ini...pasti ibumu ini sudah gila." Dan ia pergi meninggalkan gadis itu dengan terus mengolok-olok gadis itu.
Hari sudah menjadi petang, ibu gadis ini masih belum ada yg menguburkan.
Keesokkan harinya keadaan tidak sama seperti dua hari kemarin, banyak orang bergerombol menjauhi gadis ini, sambil bergunjing. Mereka menganggap gadis ini gila harta bahkan ada yg menganggapnya kurang waras.
Dari kejauhan nampak seorang pemuda berjalan menyusuri jalan didekat gadis itu membaringkan jasad ibunya. Sepanjang jalan itu pemuda ini mendengar gunjingan orang tentang gadis ini. Sampai pada akhirnya pemuda ini menghentikan langkah kakinya di samping gadis itu.
"apa yg sedang kau kerjakan disini adik?...jasad siapa ini?...apakah ini salah satu sanak saudaramu?", tanya pemuda itu.
"..oh bukan, ini jasad ibuku", jawab gadis itu.
"jika demikian, mengapakah kamu tidak menguburkannya?", sekali lagi pemuda ini bertanya.
"aku tidak mempunyai cukup uang untuk membiayai penguburan ibuku, ini pesan dari ibuku sebelum beliau meninggal", gadis itu menyodorkan surat ibunya kepada pemuda itu.
Setelah membaca surat itu, pemuda ini tertegun sejenak, lalu berkata, "adik, akupun tidak bisa menguburkan ibumu ini dengan cara demikian, tetapi aku mempunyai beberapa uang, aku kira ini lebih dari cukup untuk menguburkan ibumu, lihatlah keadaan ibumu ini adik, sudah tiga hari beliau meninggal, dan sudah mulai berbau, ambillah uang ini dan kuburkan ibumu ini, aku tidak menuntut apapun atas uang ini kepadamu."
Mendengar perkataan pemuda itu, hati gadis ini tersentuh oleh kebaikan pemuda ini, dan ia berpikir bahwa perkataan pemuda ini benar, ibunya sudah meninggal tiga hari dan mulai berbau, tidak baik dan tidak berbakti jika jasad ibunya rusak sebelum dikuburkan. Setelah berterima kasih kepada pemuda itu, ia menerima uang itu dan bersama pemuda itu mempersiapkan penguburan ibunya.
Setelah pemakaman itu, hari sudah mulai petang, kepada gadis itu pemuda ini berkata, "adik, dimanakah rumahmu?"
Jawab gadis itu, "rumahku tidak jauh dari sini, kelihatannya engkau seperti seorang perantau, jika engkau bersedia menginaplah malam ini dirumahku."
Pemuda ini menjawab, "adik, aku ini seorang perantau sudah terbiasa aku berpetualang, malam ini aku akan meneruskan perjalananku."
Mendengar perkataan pemuda itu, gadis ini mengambil surat yg ketiga dari ibunya di saku bajunya. Setelah ia membaca surat itu, ia menyodorkan surat itu kepada pemuda itu, sambil berkata, "sebenarnya ibuku meninggalkan 3 pesan sebelum ia meninggal, pesan pertama sudah aku kerjakan dan pesan yg kedua juga sudah aku kerjakan karena pertolonganmu, sekalipun tidak sesuai dengan keinginan ibu di surat kedua, sekarang ini adalah surat ibuku yg ketiga, maukah engkau mengabulkannya?"
Setelah menerima surat itu, pemuda ini membacanya, surat ini berisi pesan terakhir ibu gadis itu, "anakku, ini adalah surat ibu yg ketiga, ibu hanya ingin mengatakan kepadamu, jika ada seorang yg mau menguburkan jasad ibumu ini dengan cara apapun, engkau ikutlah bersama dia, dan jika dia seorang laki-laki dan bersedia mendampingimu, hiduplah bersamanya dengan berbahagia, salam kasih dari ibumu."
....Singkat cerita gadis dan pemuda ini hidup sebagai pasangan yg berbahagia....
"Tahukah saudaraku apa perbedaan antara orang-orang yg pertama kali hendak memberi uang (menyumbang) kepada gadis itu dan orang muda yg tulus hati itu?..."
Orang yg pertama kali hendak memberi, ia mau memberi karena rasa iba, sedang pemuda itu memberi dengan kasih yg tulus.
Memberi dengan rasa iba, ketika pemberian itu ditolak karena alasan lain, masih bisa timbul sakit hati dan bergunjing, tetapi memberi dengan kasih yg tulus sekalipun mendapat penolakan, ia tidak sakit hati, tetapi tetap mengasihi dan memberi dorongan, nasehat & semangat sebagai seorang saudara.
Sedang orang berikutnya yang hendak membantu gadis ini, adalah orang yang mau membantu hanya karena pamrih.
"Harga sebuah ketulusan tidak bisa dinilai dengan emas dan banyaknya harta."
Written by ~A, 2010.
Senin, 29 Maret 2010
"Kerajaan Allah sudah datang di dalam dunia"
Apa yg anda pikirkan ketika kerajaan Allah datang ke dalam dunia?...
Referensi ayat Matius 12: 28, Mat 12: 8, Mat 15: 31, Matius 12: 5-6.
Dunia yg diciptakan Tuhan pada mulanya adalah baik, namun ketika manusia jatuh dalam dosa bumipun menjadi terkutuk oleh karena dosa manusia itu. Dalam keadaan seperti itu dunia adalah simbol kegelapan dan kejahatan. Dan manusia tinggal di dalam dunia. Lalu bagaimana dengan kerajaan Allah, kerjaan Allah adalah simbol dari kebenaran, kebaikkan, otoritas Allah dan kesempurnaan. Maka ketika kerajaan Allah itu datang ke dunia kita akan melihat kuasa yg mengubah ketidakbaikkan menjadi baik dan kuasa/otoritas Allah dinyatakan, seperti tertulis, "Ia menjadikan segala-galanya baik, yg buta melihat, yg lumpuh berjalan dan yg bisu berkata-kata."
Jadi janganlah heran ketika Yesus datang ke dunia, Ia menyembuhkan semua orang yg sakit, bahkan yg mengalami kecacatan sejak lahir dipulihkanNya. Ia juga menunjukkan kuasaNya mengusir setan-setan, juga kita melihat kuasa keIlahian Kristus dalam pengajaranNya.
Ketika kerajaan Allah datang ke dunia, kita juga akan melihat Sang Pencipta hukum datang ke dunia, Ia lebih berkuasa atas hukum tersebut karena Ia yg menciptakan hukum tersebut.
Simak kejadian-kejadian di bawah ini:
1. Murid-murid memetik gandum pd hari sabat (Matius12: 1-8).
2. Yesus menyembuhkan orang pd hari sabat (Matius 12: 9-15).
3. Hal berpuasa (Yesus membela murid-muridNya yg tidak berpuasa, sebab Ia ada bersama-sama dengan mereka, tetapi Ia mengatakan, akan ada saatnya Ia (Yesus) tidak lagi bersama dengan mereka, pada saat itulah mereka akan berpuasa), Markus 2: 18-22.
Jadi dalam peristiwa ini apakah Yesus melanggar dan mengijinkan seseorang melanggar perintah yg diwajibkan Allah?...tidak.
Yesus adalah Tuhan atas semua hukum. Hukum mempunyai kuasa dan kuasa itu ada pada pribadi yg membuat hukum tersebut. Dalam peristiwa ini Yesus menyatakan bahwa Ia yg menciptakan hukum itu lebih berkuasa dari hukum tersebut. Juga Allah memberi otoritas khusus bagi para imam (waktu itu adalah kaum Lewi) untuk bekerja melayani Allah dalam rumah Tuhan pada hari sabat. Simak ayat ini:
"Atau tidak tahukah kamu baca dalam kitab taurat, bahwa pada hari-hari sabat, imam-imam melanggar hukum sabat di dalam bait Allah, namun tidak bersalah?, Aku berkata kepadamu: "Disini ada yg melebihi bait Allah", Matius 12: 5-6.
Jadi saudaraku ketika Yesus ada di dunia, pada waktu itu kerajaan Allah datang, kita tidak bisa menyamakan keadaan waktu itu dengan keadaan di bumi, sebab ketika Ia datang, Ia akan menjadikan segala sesuatunya baik dan sempurna seperti keadaan di Surga, hukum itu di buat dan berlaku di dunia, karena di dunia banyak kejahatan dan kegelapan tapi ketika Yesus hadir semua otoritas ada dalam kendali Allah.
"Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu", Matius 12: 28."
Tuhan Yesus memberkati.
Written by ~A.
Referensi ayat Matius 12: 28, Mat 12: 8, Mat 15: 31, Matius 12: 5-6.
Dunia yg diciptakan Tuhan pada mulanya adalah baik, namun ketika manusia jatuh dalam dosa bumipun menjadi terkutuk oleh karena dosa manusia itu. Dalam keadaan seperti itu dunia adalah simbol kegelapan dan kejahatan. Dan manusia tinggal di dalam dunia. Lalu bagaimana dengan kerajaan Allah, kerjaan Allah adalah simbol dari kebenaran, kebaikkan, otoritas Allah dan kesempurnaan. Maka ketika kerajaan Allah itu datang ke dunia kita akan melihat kuasa yg mengubah ketidakbaikkan menjadi baik dan kuasa/otoritas Allah dinyatakan, seperti tertulis, "Ia menjadikan segala-galanya baik, yg buta melihat, yg lumpuh berjalan dan yg bisu berkata-kata."
Jadi janganlah heran ketika Yesus datang ke dunia, Ia menyembuhkan semua orang yg sakit, bahkan yg mengalami kecacatan sejak lahir dipulihkanNya. Ia juga menunjukkan kuasaNya mengusir setan-setan, juga kita melihat kuasa keIlahian Kristus dalam pengajaranNya.
Ketika kerajaan Allah datang ke dunia, kita juga akan melihat Sang Pencipta hukum datang ke dunia, Ia lebih berkuasa atas hukum tersebut karena Ia yg menciptakan hukum tersebut.
Simak kejadian-kejadian di bawah ini:
1. Murid-murid memetik gandum pd hari sabat (Matius12: 1-8).
2. Yesus menyembuhkan orang pd hari sabat (Matius 12: 9-15).
3. Hal berpuasa (Yesus membela murid-muridNya yg tidak berpuasa, sebab Ia ada bersama-sama dengan mereka, tetapi Ia mengatakan, akan ada saatnya Ia (Yesus) tidak lagi bersama dengan mereka, pada saat itulah mereka akan berpuasa), Markus 2: 18-22.
Jadi dalam peristiwa ini apakah Yesus melanggar dan mengijinkan seseorang melanggar perintah yg diwajibkan Allah?...tidak.
Yesus adalah Tuhan atas semua hukum. Hukum mempunyai kuasa dan kuasa itu ada pada pribadi yg membuat hukum tersebut. Dalam peristiwa ini Yesus menyatakan bahwa Ia yg menciptakan hukum itu lebih berkuasa dari hukum tersebut. Juga Allah memberi otoritas khusus bagi para imam (waktu itu adalah kaum Lewi) untuk bekerja melayani Allah dalam rumah Tuhan pada hari sabat. Simak ayat ini:
"Atau tidak tahukah kamu baca dalam kitab taurat, bahwa pada hari-hari sabat, imam-imam melanggar hukum sabat di dalam bait Allah, namun tidak bersalah?, Aku berkata kepadamu: "Disini ada yg melebihi bait Allah", Matius 12: 5-6.
Jadi saudaraku ketika Yesus ada di dunia, pada waktu itu kerajaan Allah datang, kita tidak bisa menyamakan keadaan waktu itu dengan keadaan di bumi, sebab ketika Ia datang, Ia akan menjadikan segala sesuatunya baik dan sempurna seperti keadaan di Surga, hukum itu di buat dan berlaku di dunia, karena di dunia banyak kejahatan dan kegelapan tapi ketika Yesus hadir semua otoritas ada dalam kendali Allah.
"Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu", Matius 12: 28."
Tuhan Yesus memberkati.
Written by ~A.
Langganan:
Postingan (Atom)

